Kiprah Tunggal Putri Pelatnas Pratama di Kejuaraan Dunia Junior dan Suhandinanata Cup 2019

Suatu yang menarik dari Suhandinata Cup 2019 adalah peran yang cukup besar dari para pemain putri. Saat memenangkan partai final melawan Cina dengan skor 3-1, tiga kemenangan datang dari sektor yang melibatkan atlet perempuan: ganda campuran, tunggal putri dan ganda putri. Secercah harapan diberikan para pemain muda kita disaat prestasi sektor putri di level senior kalah mengkilap dari putra.



Dalam tulisan ini, kita akan coba gali lebih jauh tentang para pemain tunggal putri di pelatnas pratama. Tercatat ada tiga pemain tunggal putri terdaftar di pelatnas pratama, plus tiga pemain magang. Selengkapnya bisa dilihat pada daftar dibawah ini.

Pelatnas Pratama
1. Putri Kusuma Wardhani (PB Exist) 2002 26-8 191
2. Stephanie Widjaja (PB Jaya Raya) 2003 18-9 254
3. Yasnita Enggira Setyawan (PB Exist) 2001 17-9 230

Magang
1. Alifia Intan Nurrokhim (PB Djarum) 2001 9-8 577
2. Aisha Galuh Maheswari (PB Djarum) 2002 12-8 1042
3. Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum) 2002 16-8 754

Terlepas dari status magang atau bukan, empat tunggal putri yang dikirim ke kejuaraan dunia junior 2019 memang yang terbaik yang kita miliki. Saat tulisan ini diunggah, tahun ini Stephanie, Yasnita dan Aisyah punya rasio kemenangan diatas 60%. Putri Kusuma Wardhani bahkan punya rasio kemenangan diatas 75%.

Stephanie Widjaja tampil pada partai pertama piala Suhandinata 2019 melawan Uganda, tapi adalah Putri Kusuma Wardhani yang mencatatkan hasil mengesankan di turnamen ini. Tampil di lima partai, Putri membukukan empat kemenangan dan hanya satu kekalahan atas Phittayaporn Chaiwan dari Thailand. Hasil yang paling mengesankan mungkin adalah kemenangan Putri atas Zhou Meng di partai final melawan Cina. 

Di kejuaraan dunia junior, langkah Putri dan Stephanie sama-sama terhenti di babak perempat final. Putri ditundukkan oleh Riko Gunji (Jepang), sementara Stephanie tidak bisa mengatasi Zhou Meng (China). Di turnamen ini Yasnita kandas di babak 16 besar, sedangkan Aisyah tersingkir di 64 besar.

Jika lolos dari sistem promosi/degradasi, keenam atlet tungggal putri pelatnas pratama ini mungkin bisa dipertahankan di pelatnas pratama untuk tahun 2020. Putri masih 17 tahun, sementara Stephanie bahkan masih 16 tahun. Menurut penulis, sebaiknya tidak perlu buru-buru mengorbitkan mereka ke jalur senior. Biarkan mereka matang lebih dulu di berbagai kompetisi junior.

Saat ini peringkat terbaik diantara mereka dipegang oleh Putri Kusuma Wardani, peringkat 193 dunia. Mungkin Putri bisa mencapai 150 besar dunia dalam setahun ke depan, atau mungkin saja justu Stephanie atau Yasnita yang melejit kedepan.











Referensi:
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani
https://bwfbadminton.com/player/87718/stephanie-widjaja
https://bwfbadminton.com/player/85154/yasnita-enggira-setiawan
https://bwfbadminton.com/player/65656/alifia-intan-nurrohkhim
https://bwfbadminton.com/player/99479/aisha-galuh-maheswari
https://bwfbadminton.com/player/77988/aisyah-sativa-fatetani
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/42/?rows=50&page_no=1&country=INA
Foto dari https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/b/b3/2019_BWF_World_Junior_Championships_Logo.png

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...