Tentang Hakim Garis


Bulutangkis adalah salah satu olahraga yang sangat populer di Indonesia. Berbeda dengan olahraga lain yang juga digandungi khalayak seperti sepakbola dan bola voli, ada satu hal yang yang menjadi keistimewaan permainan tepok bulu angsa ini. Bulutangkis adalah olahraga dimana atlet-atlet Indonesia mampu mengincar prestasi dunia.


Banyak prestasi telah dihasilkan dalam sejarah panjang bulutangkis, dan banyak legenda yang telah lahir. Nama-nama Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Liem Swie King, Susi Susanti, Alan Budi Kusuma hanya beberapa nama diantara banyak legenda lainnya. Singkat kata, prestasi bulutangkis sudah puluhan tahun menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.





Di jaman milenial ini pun, banyak talenta muda memimpikan prestasi dunia dengan menjadi atlet bulutangkis. Dukungan khalayak pun masih tetap antusias, walaupun mungkin prestasi atlet bulutangkis Indonesia jaman sekarang tidak secemerlang zaman dahulu. Indonesia pernah merajai dunia bulutangkis, dan sampai sekarang khalayak bulutangkis Indonesia masih tetap haus prestasi dunia.

Kurangnya Liputan Media


Sayangnya, antuasiasme masyarakat seperti tidak tercermin oleh media, baik media konvensional maupun internet. Liputan yang diberikan untuk bulutangkis tidak sebanding dengan sepakbola, misalnya, yang umumnya tingkat ekspektasi prestasinya, jika kita realistis, baru sampai level Asia Tenggara. Bulutangkis layak mendapatkan porsi liputan yang memadai mengingat ekspektasi prestasinya yang sudah level dunia.

Sejujurnya bulutangkis bukan olahraga yang sangat populer di dunia, dibandingkan dengan sepakbola, tenis, bola basket, tinju dan lainnya. Dapat dikatakan, di pasar dunia, nilai jual bulutangkis belum setinggi olahraga lainnya. Barangkali salah satu dampak yang dirasakan adalah, tidak banyak ditemui situs bulutangkis luar negeri berbahasa Inggris. Dengan begitu minimnya informasi bulutangkis jadi makin kentara.

Dalam konteks itulah situs ini berusaha menambah pilihan tentang informasi bulutangkis. Tentu saja dalam skala yang kecil, karena pada dasarnya situs ini adalah sebuah personal blog. Harapannya akan makin banyak lagi makin banyak lagi penulis yang berusaha membahas bulutangkis di internet agar khalayak penggemar bulutangkis bisa mendapatkan informasi yang makin berkualitas.

Sebenarnya pada tahap permulaan blog ini masih mencari bentuk. Sejarah bulutangkis tentunya harus dibahas, karena terkait dengan kebanggaan masyarakat Indonesia. Ibaratnya Brazil dengan tradisi sepakbolanya yang terus menghasilkan terus menerus atlet-atlet sepakbola berkelas dunia, tradisi bulutangkis Indonesia juga diharapkan bisa terus-menerus menghasilkan atlet-atlet bulutangkis level internasional.

Masalah deskriptif seperti peraturan, organisasi dan kalender juga harus menjadi perhatian. Mungkin yang menarik adalah hal seperti bagaimana jadwal yang harus dihadapi seorang pemain dunia setiap tahunnya, bagaimana ranking pemain bulutangkis dihitung, bagaimana prestasi pemain Indonesia di ranking internasional. Tentunya juga menarik untuk mencoba menelusuri rekam jejak pemain Indonesia di ajang internasional.

Hal-hal aktual tentu tak luput dari perhatian. Publik tentunya menanti prestasi berikutnya pemain-pemain seperti Marcus/Kevin atau Jonathan Christie. Akan sulit untuk bisa melihatnya secara komprehensif jika kita tidak berusaha melihat lebih dekat juga bagaimana dengan pemain-pemain luar negeri yang mejadi rival mereka.

Singkat kata, ini adalah sebuah situs yang membahas bulutangkis. Topik-topik lain yang menarik mungkin juga akan dibahas nanti. Biarkan saja dinamikanya berjalan sesuai perkembangan. Ibarat iklan lapak daring, "mulai saja dulu".

Kenapa hakimgaris.com ?

Hakim garis menunjukkan posisi situs ini sebagai pihak ketiga, yang mengedepankan objektivitas dalam menilai. Saya rasa diantara sebagian besar masyarakat Indonesia pernah bermain bulutangkis, banyak juga yang menjadi hakim garis. Demikianlah hakimgaris.com berusaha untuk tetap populis.


Catatan: foto dari https://www.pexels.com/photo/blue-badminton-racket-with-shuttlecock-115016/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...