Bagaimana Pemain Ofensif Mengatasi Rally

Umumnya pemain dengan karakter ofensif disukai penonton. Mereka menampilkan permainan menyerang dan berusaha mengakhiri pertandingan secepat mungkin. Berbagai teknik serangan dalam bulutangkis bisa dimaksimalkan untuk keperluan itu.


Tapi ada strategi yang umum digunakan untuk menghadapi pemain berkarakter ofensif ini. Pemain lawan bisa memilih untuk memainkan reli-reli panjang. Strategi ini terbilang defensif, karena tidak berusaha untuk segera mengakhiri permainan dan memenangkan poin. Hal ini bisa merugikan bagi pemain berkarakter ofensif, apalagi jika staminanya tidak sebaik pemain lawan. 


Salah satu pemain bertipe ofensif ini adalah Peter Gade. Semasa masih aktif bermain, orang Denmark ini pernah menjadi pemain peringkat satu dunia. Rupanya menghadapi lawan yang suka melepas reli-reli panjang merupakan hal yang cukup merepotkan bagi Peter Gade.


Lars Uhre punya metode untuk mengatasi masalah ini. Sebagai mantan pelatih kepala tim Denmark, Uhre memang pernah menangani Peter Gade. Uhre mempresentasikan pendekatan yang dilakukannya di konferensi pelatih dunia 2019 di Basel.


Uhre membagi situasi di lapangan atas tiga zona:


1. Zona 1, pemain berada dalam situasi tertekan dan terancam.
2. Zona 2, situasi permainan berimbang.
3. Zona 3, pemain mendominasi lawannya, dan siapa menyelesaikan dalam dua atau tiga pukulan lagi.

Dengan latihan, pemain bisa mempelajari transisi dari satu zona ke zona lainnya. Tujuannya adalah bagaimana konsisten untuk mencapai zona 3. Dengan begitu pemain berada di kondisi yang menguntungkan untuk mencapai kemenangan.


Uhre sadar masalah Peter Gade menghadapi lawan yaang mengandalkan reli. Bisa saja Peter Gade kemudian kalah karena reli-reli itu menguras staminanya. Ini bukan hanya masalah fisik yang kelelahan, tapi juga masalah mental.


Lars Uhre punya metode berlatih untuk mengatasi masalah ini. Untuk keperluan ini, Peter Gade berlatih bersama dua mitra. Latihan ini sendiri terdiri atas dua tahap.


Pada tahap pertama, Peter Gade menghadapi dua mitra sekaligus. Ini merupakan situasi zona 2, dengan reli reli panjang yang melelahkan dan belum ada peluang untuk mendominasi. Karena lawannya ada dua orang, tak heran seandainya Peter Gade betul-betul kesulitan untuk mendominasi.


Tahap kedua dimulai saat Uhre berkata "out". Salah satu mitra latihan keluar lapangan, sehingga Peter Gade hanya perlu menghadapi satu orang. Disini Peter Gade diharapkan segera transisi ke zona 3 yaitu posisi dominan, untuk kemudian menyelesaikan.


Tujuan metode ini bukan sekedar untuk membiasakan diri dengan reli reli panjang yang berlangsung lama. Target utamanya adalah bagaimana berlatih agar dalam situasi reli-reli panjang Peter Gade bisa menemukan celah yang memungkinkannya untuk mendominasi dengan ofensif. Demikianlah pemain tipe ofensif seperti Peter Gade bisa berlatih menghadapi lawan yang mengandalkan reli-reli panjang.



Daftar Referensi:
https://bwfworldchampionships.bwfbadminton.com/news-single/2019/09/26/how-transition-training-helped-peter-gade

http://list.wiki/images/1/19/Peter_Gade_logo.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...