Keuntungan Kembalinya Hendra/Ahsan Ke Pelatnas

Sebuah pasangan senior yang punya nama besar kembali dipanggil ke pelatnas bulutangkis. Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali resmi bergabung dengan para juniornya. Sebuah langkah yang agak mengejutkan sekaligus strategis dan menggembiarakan dari PBSI.


Ada situasi yang cukup unik di ganda putra Indonesia ini. Banyak penggemar bulutangkis yang menilai pasangan the minions Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sidomuljo lebih baik dari the daddies Hendra/Ahsan. Tapi kenyataannya, walaupun the minions berstatus sebagai peringkat 1 dunia, gelar juara dunia dan juara BWF World Finals justru jadi milik Hendra/Ahsan.

Di tahun 2020 ada ajang sangat bergengsi olimpiade 2020 di Tokyo, dimana Indonesia berkepentingan mempertahankan tradisi medali emas bulutangkis. Masyarakat berharap salah satu dari the minions dan the daddies akan memenangkan medali emas. Skenario terbaik tentu saja, Markus/Kevin bertemu Hendra/Ahsan di final.

Di tahun 2020 juga ada piala Thomas di Denmark. Bayangkan jika tim piala Thomas Indonesia diperkuat oleh dua ganda putra terbaik dunia, Markus/Kevin dan Hendra/Ahsan. Barisan pemain tunggal juga tergolong mentereng, Jonathan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Shesar Hiren Rhustavito. Formasi yang menjanjikan untuk menantaang negara-negara kuat bulutangkis lainnya.

Sementara itu, Hendra Setiawan sendiri menyebutkan bahwa status mereka di pelatnas adalah sebagai 'sparring'. Artinya mereka sebagai lawan tanding bagi atlet-atlet 'utama' pelatnas. Hal ini masih perlu penjelasan lebih lanjut mengingat di pelatnas sebelumnya belum ada pemain dengan status 'sparring'.

Daftar Referensi:
https://www.bolasport.com/read/311741334/denmark-mulai-persiapkan-diri-jadi-tuan-rumah-piala-thomas-uber-2020
https://www.antaranews.com/berita/1218299/hendra-ahsan-kembali-ke-pelatnas
https://sport.detik.com/raket/d-4831535/wow-hendraahsan-masuk-pelatnas-pbsi-2020


https://img.jakpost.net/c/2019/08/26/2019_08_26_78566_1566790016._large.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...