Benarkah atlet Indonesia lambat panas?

Menonton bulutangkis bisa jadi lebih menegangkan daripada olahraga lainnya. Hal ini tak lepas dari tradisi bulutangkis kita yang segala pencapainnya selama ini. Pemirsa Indonesia jadi punya ekspektasi berlebih yang jarang dimiliki cabang olahraga lainnya, melihat atlet Indonesia berprestasi dunia.


Barangkali salah satu hal yang dianggap menegangkan karena sejumlah atlet kita yang "lambat panas". Istilah ini kira-kira berarti atlet tersebut belum menemukan performa terbaiknya di awal pertandingan, sehingga jadi ketinggalan poin di awal laga. Ketegangan penonton meningkat karena dari awal mereka harus berharap atlet Indonesia itu bisa menyusul dan lalu melewati perolehan poin lawan.

Barangkali salah satu kriteria pendekatan apakah seorang atlet itu lambat panas adalah apakah atlet itu memenangkan set pertama. Kekalahan di set pertama akan memaksa atlet tersebut menampilkan penampilan terbaiknya di set kedua. Jika kalah lagi di set kedua, pertandingan berakhir dengan kemenangan pihak lawan. Jika menang di set kedua, pertandingan berlanjut ke set ketiga.

Berikut adalah data seberapa sering atlet Indonesia kalah di set pertama, dilihat dari hasil tiga turnamen yang berlangsung bulan Januari 2020 ini, yaitu Malaysia Masters, Indonesia Masters dan Thailand Masters. Data diambil di partai perempat final, semifinal dan final. Di tahapan-tahapan tersebut, lawan semakin berat dan semakin sulit untuk memenangkan pertandingan.


Menang di set 1 Kalah di set 1 Prosentase kalah di set 1
Perempatfinal 7 9 53%
Semifinal 5 4 44%
Final 1 4 80%

Tentu saja setelah kalah di set pertama, atlet Indonesia tersebut diharapkan untuk merebut dua set berikutnya dan memenangkan pertandingan. 
Seberapa sering ini bisa terjadi. Kembali kita lihat data dari Malaysia Masters, Indonesia Masters dan Thailand Masters 2020.

Setelah kalah 
di set pertama...
Berakhir 
Menang
Berakhir 
kalah
Prosentase
kemenangan
Perempatfinal 3 6 33%
Semifinal 0 4 0%
Final 2 2 50%

Kalau disimpulkan dari tabel diatas, untuk partai final prosentase pemain Indonesia kehilangan set pertama di adalah 80%. Tapi 50% dari finalis asal Indonesia yang kalah di game awal itu ternyata mampu memenangkan pertandingan. Walaupun kehilangan di set pertama, peluang menang ternyata masih tetap fifty-fifty?

Referensi:
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/2020-01-12
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3752/daihatsu-indonesia-masters-2020/results/2020-01-19
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3688/princess-sirivannavari-thailand-masters-2020/results/2020-01-26
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/2020-01-11
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3752/daihatsu-indonesia-masters-2020/results/2020-01-18
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3688/princess-sirivannavari-thailand-masters-2020/results/2020-01-26
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/2020-01-10
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3752/daihatsu-indonesia-masters-2020/results/2020-01-17
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3688/princess-sirivannavari-thailand-masters-2020/results/2020-01-24
https://static.inilah.com/data/berita/foto/2538747.jpg



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...