Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan



Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya kualitas juara. Sayangnya selama empat bulan setelah itu mereka kesulitan bahkan untuk mencapai semifinal sebuah turnamen tur dunia BWF. 


Paceklik gelar itu berakhir dengan status juara ganda campuran di turnamen prestisius All England. Ini adalah gelar kedua bagi Praveen. Sebelumnya dia pernah memenangkan gelar ganda campuran All England 2016 waktu masih berpasangan dengan Debby Susanto.

Perjalanan mengejar gelar juara di Birmingham ini tidaklah mudah. Lawan berat sudah harus ditemui di perempat final, pasangan Cina yaitu Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping. Praveen/Melati harus berjuang keras menghadapi peringkat dua dunia ini sebelum akhirnya menang 15-21 21-19 21-19.

Lawan di final adalah pasangan Thailand yaitu Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Setelah unggul di set pertama 21-15, pasangan Indonesia banyak kehilangan angka di babak kedua karena Praveen sering terkena foul saat melakukan servis. Set kedua berakhir 17-21 untuk keunggulan pasangan Thailand.

Praveen/Melati tampil trengginas di set ketiga. Mereka begitu trengginas di set itu seperti ditunjukkan oleh skor akhirnya, 21-8. Dengan demikian Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil merebut gelar juara All England 2020.

Keywords: 

All England

All England 2020 

Praveen/Melati

Praveen/Melati


Bulutangkis Dunia Dibekukan Hingga 12 April 2020


Pandemi Covid-19 membawa pengaruh besar di dunia olahraga. Penundaan atau pembatalan ajang sudah terjadi di EPL, NBA, F1, dan banyak event besar lainnya. Karena itu keputusan BWF unuk membekukan kegiatan bulutangkis internasional tidaklah mengejutkan. 

Badminton World Federation (BWF) telah memutuskan penundaan semua turnamen BWF World Tour dan turnamen BWF lainnya. Waktu penundaan adalah dari 16 Maret hingga 12 April 2020.  Artinya, setelah berakhirnya All England akhir pekan ini, selama empat minggu tidak ada turnamen BWF digelar.  
Pembatalan atau penundaan ini dilakukan diantara mengingat makin sulitnya bagi atlet bulutangkis untuk bepergian antar negara. Tentunya BWF juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan para atlet, rombongannya, para petugas dan komunitas bulutangkis pada umumnya. Hal ini akan berlaku begitu berakhirnya All England 15 Maret 2020 ini di Birmingham. 

Berikut ini adalah sejumlah turnamen yang terdampak penundaan ini: 
1. Swiss Open 2020 
2. India Open 2020 
3. OrlĂ©ans Masters 2020 
4. Malaysia Open 2020 
5. Singapore Open 2020 

Penundaan ini tentunya akan sangat mempengaruhi proses kualifikasi olimpiade 2020 yang sedianya berakhir akhir April nanti. Terkait hal ini, BWF akan memberikan pengumuman lebih lanjut di lain waktu.

Hafiz/Gloria Mengejar Olimpiade




Sejumlah pemain Indonesia berada di posisi "aman" untuk lolos ke olimpiade. Anthony Ginting, Jonathan Christie, Gregoria Mariska, Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, Greysia/Apriyani dan Praveen/Melati bisa dibilang sudah berada pada posisi mantap. Yang posisinya tidak aman ada pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Agar Indonesia bisa mengirim dua pasangan ganda campuran ke Olimpiade Tokyo, Hafiz/Faizal dan Praveen/Melati harus ada di delapan besar peringkat kualifikasi olimpiade. Berdasarkan peringkat tanggal 10 Maret 2020, Praveen/Melati berada di peringkat keempat, sementara Hafiz/Gloria tepat berada di posisi ke delapan.

Di All England Hafiz/Gloria meraih prestasi yang cukup bagus. Mereka mampu melaju hingga babak perempatfinal hingga dikandaskan oleh pasangan Thailand Dechapol Puavanukroh/Sapsiree Taerattanachai. Tambahan poin penting bagi Hafiz/Gloria untuk melanjutkan perjuangan lolos olimpiade.

Dengan prestasi itu seharusnya bisa menjaga jarak dari kejaran peringkat ke-9, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Pasangan asal Hongkong itu juga kandas di babak perempatfinal. Yang mengalahkan mereka adalah pasangan Inggris yaitu Marcus Ellis/Lauren Smith. 

Marcus Ellis/Lauren Smith adalah peringkat ke-11 di peringkat kualifikasi olimpiade. Dengan keberhasilan mencapai babak semifinal turnamen prestisius All England, mereka menipiskan jarak dengan Hafiz/Gloria. Skenario terbaik bagi Hafiz/Gloria adalah jika rekan mereka Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti bisa menyingkirkan Ellis/Smith.
Posis Name Negara Poin Prestasi di 
All England 2020
8 Hafiz Faizal/
Gloria Emanuelle Widjaja
Indonesia 59051 perempat final 
(tersisih)
9 Tang Chun Man/
Tse Ying Suet
Hongkong 57816 perempat final 
(tersisih)
10 Goh Soon Huat/
Lai Shevon Jemie
Malaysia 56792 32 besar
 (tersisih)
11 Marcus Ellis/
Lauren Smith
Inggris 54628 semifinal 
(berlanjut)
12 Chris Adcock/
Gabrielle Adcock
Inggris 53252 32 besar 
(tersisih)

Keywords: 

All England

All England 2020 

Hafiz/Gloria

Hafiz Gloria


Lapangan Mana Yang Disiarkan Langsung Oleh TVRI?


Teknologi informasi memungkinkan penggemar bulutangkis memantau perkembangan suatu ajang badminton mendekati waktu sebenarnya. Fans bisa mengetahui perkiraan dimulainya pertandingan pemain favoritnya. Penggemar juga bisa memantau perkembangan skor pertandingan lewat layananan live scores.

Suatu turnamen bulutangkis memainkan banyak pertandingan dalam satu hari. Di babak 32 besar, ada 80 pertandingan yang digelar. Untuk babak 16 besar, digelar 40 pertandingan. Tentu saja semakin mendekati penghujung turnamen, semakin sedikit pertandingan yang perlu digelar.


Untuk mengejar pelaksanaan demikian banyak pertandingan per hari, turnamen bulutangkis dimainkan di beberapa lapangan. Biasanya di babak-babak awal digunakan empat lapangan. Di babak semifinal, biasanya dua lapangan. Barulah di partai final dimainkan di satu lapangan saja.

Dalam siaran langsung TVRI, biasanya yang diliput hanya satu lapangan saja, yaitu lapangan 1. Atlet yang pertandingan disiarkan langsung adalah yang laganya berlangsung pada jam tayang dan dimainkan di lapangan 1. Atlet-atlet yang bertanding di lapangan-lapangan sebelah tidak disiarkan.

Misalnya untuk babak 16 besar All England 2020 yang berlangsung 12 Maret 2020. Pertandingan Fajar/Rian dan Rinov/Pitha punya potensi ditayangkan langsung karena dimainkan di lapangan 1. Pertandingan Vito, Hafiz/Gloria, Praveen/Melati, Gregoria Mariska, Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra dan Fadia/Ribka tidak disiarkan langsung karena dimainkan bukan di lapangan 1. 


Keywords: 

All England

All England 2020 

Siaran Langsung All England

Siaran Langsung All England 2020 

Fajar/Rian

Fajar Rian


Siaran Langsung All England 2020 di TVRI



Sebagai kejuaraan bulutangkis, All England memang dinilai istimewa. Terbukti TVRI memutuskan untuk menyiarkan secara langsung turnamen yang berlangsung di Birmingham ini sejak hari pertama. Ajang lain biasanya baru ditayangkan di hari kedua, ketiga atau keempat.

Sayangnya ada masalah dengan jadwal tayang. TVRI juga punya komitmen siaran lain dengan EPL dan tim Garuda Select, yang tentunya punya segmen penggemar sendiri. Mau tidak mau siaran langsung All England ini berbagi waktu tayang dengan event-event olahraga lain tersebut.

All England menandai kembalinya atlet-atlet China berkompetisi setelah merebaknya wabah virus Corona. Rencana penyelenggaraan turnamen ini memang dibayangi kewaspadaan akan penyebaran Covid-19. Dengan sejumlah ajang olahraga di Eropa dibatalkan atau ditunda, panitia dan otoritas Inggris memutuskan untuk tetap menyelenggarakan turnamen ini.

Indonesia juga tampil dengan kekuatan penuh di kejuaraan bulutangkis tertua ini. Sebanyak 15 wakil Indonesia turun untuk mencari prestasi setinggi-tingginya. Nilai penting All England makin bertambah seiring makin mendekatnya akhir waktu kualifikasi olimpiade 2020 Tokyo.

Berikut adalah jadwal siaran langsung All England 2020. Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan televisi yang bersangkutan.

Rabu 11 Maret 2020 15:45-17:30

19:00-24:00
Kamis 12 Maret 2020 00:00-01:00

17:45-24:00
Jumat 12 Maret 2020 00:00-04:00

16:45-22:00

23:45-24:00
Sabtu 14 Maret 2020 00:00-03:00

16:45-21:00
Ahad 15 Maret 2020 01:00-03:00

18:50-24:00

Keywords: 

All England

All England 2020 

Siaran Langsung All England

Siaran Langsung All England 2020

Para Debutan Indonesia Di All England 2020



Sebuah tweet dari akun Twitter PB Djarum membahas tentang empat atletnya yang akan menjalani debut di All England musim ini. Mereka adalah Shesar Hiren Rhustavito (tunggal putra), Siti Fadia Silva Damayanti/Ribka Sugiarto (ganda putri) dan Mychelle Chrystine Bandaso. Tentunya pasangan Mychelle di ganda campuran juga melakukan debut All England, yaitu Adnan Maulana, pemain binaan klub Jaya Raya.


Tidak sembarangan pemain bisa tampil di All England. Hanya masing-masing 32 wakil untuk sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Artinya bisa dibilang Vito, Fadia/Ribka dan Adnan/Mychelle sudah berjuang bertahun-tahun untuk akhirnya bisa tampil di All England.

Perjuangan mereka tidak akan mudah untuk berprestasi di tanah Britania. Mereka semua bukan unggulan di turnamen bulutangkis tertua di dunia ini. Hasil undian bisa saja malah mempertemukan mereka dengan lawan berat sejak partai perdana.

Undian cukup menguntungkan bagi Vito. Lawannya di partai perdana adalah atlet veteran India, Parupalli Kashyap. Selain peringkatnya lebih rendah, Parupalli juga belum mencatatkan kemenangan dalam tiga partai yang tercatat sudah dimainkannya tahun 2020 ini. Jika mampu menyingkirkan Parupalli, kemungkinan Vito akan bertemu Anthony Ginting di babak 16 besar.

Fadia/Ribka menghadapi lawan berat sejak awal. Pasangan Denmark Maiken Fruergasrd/Sara Thygesen adalah finalis Indonesia Masters awal tahun ini. Mengingat bagaimana Greysia/Apriyani saat itu bersusah payah untuk menundukkan mereka, sepertinya Fruergaard/Thygesen lebih difavoritkan mengalahkan Fadia/Ribka.

Adnan Mychelle juga kebagian lawan tangguh. Mereka harus menghadapi pasangan Perancis Thom Gicquel/Delphine Delrue yang bulan lalu tampil mencapai final Barcelona Spain Masters



Keywords: 

All England

All England 2020 

Shesar Hiren Rhustavito

Vito

Siti Fadia Silva Damayanti/Ribka Sugiarto 

Fadia/Ribka

Fadia Ribka

Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso 

Adnan/Mychelle

Adnan Mychelle




Alvi Wijaya Chairullah, finalis German Junior International 2020



Indonesia memang punya Anthony Ginting dan Jonatan Christie di tunggal putra, tapi belum terlihat generasi penerusnya. Chico Aura Dwi Wardoyo masih peringkat 76, sementara Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay peringkat 96. Sepertinya masih butuh waktu dan kerja keras bagi mereka untuk bisa menaikkan peringkatnya.

Alvi Wijaya Chairullah masih berusia 17 tahun, terdaftar di pelatnas pratama. Klub yang membinanya adalah Mutiara Cardinal Bandung. Klub yang sama juga seniornya di pelatnas utama, Firman Abdul Kholik. 

Saat masih berkompetisi di negeri sendiri di level taruna tahun lalu, Alvi mencatatkan prestasi cukup mengesankan. Dia adalah juara Sirnas NTB Open 2019 untuk kategori tunggal putra - taruna. Sebelumnya Alvi juga menjadi kampiun Sirnas Kalimantan Selatan 2019 untuk kategori yang sama. Artinya, dari segi prestasi, Alvi memang layak dipanggil ke pelatnas pratama. 

Tahun ini Alvi memulai tur Eropa dengan mengikuti Italian Junior 2020. Dua kemenangan diraih atas Yaro van Delsen (Jerman) dan Lim Yang Zhi Melcom (Singapura). Perjuangannya kandas di 16 besar dengan kekalahan atas sesama pemain Indonesia, Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang.

Berikutnya adalah Dutch Junior International. Berturut Til Gatzsche (Jerman), Pranav Rao Gandham (India) dan Riki Takei (Jepang) berhasil diatasi. Sayangnya Alvi kembali harus tersingkir di 16 besra, kali ini dikalahkan Kok Jing Hong dari Malaysia.

Kedua kekalahan diatas dibalas oleh Alvi dalam perjalanan ke tangga juara  German Junior International 2020. Tujuh kemenangan diraih, termasuk atas Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang di perempat final. Sayang di final Alvi kembali gagal mengatasi Kok Jin Hong.


Keywords: 

Alvi Wijaya Chairullah

German Junior International

Alvi 


Badminton Asia Championship 2020 Dipindah Dari Wuhan Ke Manila



Kejuaraan bulutangkis beregu Asia atau Badminton Asia Team championships sudah berlangsung Februari lalu di Manila, Filifina. Tim putra Indonesia berhasil kelar sebagai juara. Tim putri Indonesia kandas di delapan besar, tapi tetap lolos ke putaran final piala Uber 2020 di Denmark.

Sementara kejuaraan bulutangkis Asia untuk perseorangan atau Badminton Asia Championships tadinya akan diselenggarakan di Wuhan, Cina. Mengingat kawasan itu adalah asal penyebaran wabah Covid-19, memang sudah sewajarnya jika lokasi penyelenggaraan Badminton Asia Championships ini dipindah. Turnamen ini akan dilangsungkan di Manila 21-26 April 2020.

Sepertinya ada masalah yang bisa mencuat dari keputusan ini. Sebelumnya pada penyelenggaraan Badminton Asia Team championships, otoritas Filifina menolak memberi visa pada atlet China dan Hongkong. Alasannya karena dalam rangka kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Covid-19.

Saat ini atlet-atlet China sudah kembali aktif berkompetisi, dimulai dari All England beberapa hari lagi. Tentunya mereka tidak ingin keikutsertaan mereka diblok sekali lagi oleh otoritas Filifina.

The Badminton Asia Championships 2020 originally slated to be held in Wuhan, China – epicentre of the COVID-19 outbreak – will now take place in Manila, Philippines from 21-26 April. Apalagi Badminton Asia Championships 2020 berlangsung menjelang berakhirnya kualifikasi olimpiade Tokyo 2020.

Pihak Badminton Asia sebagai otoritas bulutangkis Asia juga tidak ingin kasus itu terjadi lagi. Mereka bekerjasama dengan PBA sebagai otoritas bulutangkis Filifina untuk mengupayakan semua atlet peserta bisa mendapatkan visa masuk Filifina.
Keywords: 

Badminton Asia Championship

Badminton Asia Championship 2020

Kejuaraan Bulutangkis Perseorangan Asia 2020 


Skuad Indonesia Ke All England 2020


Kejuaran bulutangkis All England akan tetap dilangsungkan. Adrian Christie dari Badminton England menyatakan setelah berkordinasi dengan pemerintah Inggris menyatakan turnamen ini jalan terus. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Birmingham 11-15 Maret 2020.

All England adalah turnamen bulutangkis tertua. Inilah adalah turnamen terkenal dan bergengsi. Dahulu All England bahkan sempat dianggap sebagai kejuaraan dunia tidak resmi.

Dengan reputasi seperti itu, tidak heran jika para pemain terbaik dunia berdatangan ke Inggris. Para atlet Cina yang sebelumnya memilih absen dalam kondisi waspada Covid-19 juga akan ikut serta. Tidak akan mudah bagi atlet manapun untuk merebut gelar juara di ajang ini.

Kembalinya atlet Cina berlomba berarti para atlet peringkat satu seperti Chen Yu Fei (tunggal putri), Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (ganda putri) dan Zheng Si Wei/Huang Ya Wiong (ganda campuran). Ganda putra peringkat satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sidomuljo juga ikut serta. Satu-satunya atlet peringkat satu yang absen adalah Kento Momota di tunggal putra.

Berikut ini adalah skuad Indonesia ke All England 2020. Sebagian besar adalah nama-nama yang memang kerap tampil di ajang bergengsi. Muka baru mungkin hanya ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso.


Tunggal putraAnthony Sinisuka Ginting

Jonatan Christie

Shesar Hiren Rhustavito

Tommy Sugiarto
Tunggal putriGregoria Mariska Tunjung
Ganda putraFajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sidomuljo

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso
Ganda putriGreysia Polii/Apriyani Rahayu

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto
Ganda campuranAdnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari


Keywords: 

All England

Jonatan Christie

Anthony Ginting 

Kevin Sanjaya

Marcus/Kevin






German Open Dibatalkan, German Junior International 2020 Jalan Terus


Wabah Covid-19 mulai meresahkan Eropa. Italia menjadi negara benua biru dengan penyebaran paling parah. Dengan situasi ini, tak heran jika sejumlah event olahraga dibatalkan, untuk menghindari konsentrasi banyak orang di suatu tempat.


Hal yang sama juga berlaku untuk bulutangkis. Kejuaraan BWF World Tour German Open 2020 ditunda. Ajang yang sedianya berlangsung di kota Mulheim an der Ruhr ditangguhkan karena rekomendasi dari otoritas kesehatan.

Tapi ternyata tak semua ajang bulutangkis dibatalkan. Ajang German Junior International di Berlin ternyata tetap berlangsung. Saat artikel ini ditulis, turnamen ini sedang akan memasuki babak 16 besar, walaupun ada partai 32 besar yang belum rampung.

Sejumlah pemain pelatnas pratama dikirimkan ke ajang U-19 ini. Turnamen ini adalah ajang ketiga pemain-pemain muda kita tersebut di Eropa. Sebelumnya ada Italia junior 2020 dan Dutch Junior International 2020.

Cukup banyak juga atlet kita yang masih bertahan hingga saat ini diGerman Junior International ini. Selengkapnya bisa dilihat di tabel berikut.

Tunggal putra Sulistio Tegar

Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang

Alvi Wijaya Chairullah
Tunggal putri Aisha Galuh Mahesari

Komang Ayu Cahya Dewi

Saifi Rizka Nurhidayah

Stephanie Widjaja
Ganda putra Asghar Herfanda/Rian Canna Varo

Crissandy Santosa/Enzo Ramadhan Satriyadi

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat
Ganda putri Ester Nurumi Tri Wardoyo/Stephanie Widjaja

Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro

Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Allessya Rose

Melani Mamahit/Tryola Nadia
Ganda campuran Asghar Herfanda/Jesita Putri Miantoro

Crissandy Santosa/Melani Mamahit

Lutfi Ariand/Lanny Tria Mayasari

Muh. Asqar Harianto/Komang Ayu Cahya Dewi

Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil


Keywords: 

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat

Rayhan/Rahmat

Rayhan Rahmat 

Saifi Rizka Nurnidayah

Saifi






Rayhan/Rahmat, Kampiun Ganda Putra Dutch Junior International 2020


Ganda putra adalah sektor andalan Indonesia saat ini. Di level senior kita punya Marcus/Kevin, Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian. Kita juga punya juara dunia junior 2019, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Tahun ini Leo/Daniel sudah dipromosikan ke level senior. Kita butuh andalan baru di level junior, dan saat itulah berita bagus itu muncul. Pasangan Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat berhasil merebut gelar juara ganda putra di Dutch Junior International 2020.

Rayhan/Rahmat mulai akhir tahun lalu ikut pelatnas pratama. Klub yang membina mereka adalah Djarum Kudus. Klub yang sama juga membina Ahsan, Kevin Sanjaya dan Leo/Daniel. 

Saat masih berkompetisi di negeri sendiri tahu lalu, Rayhan/Rahmat mencatatkan prestasi cukup mengesankan. Mereka adalah juara ganda putra kejurnas PBSI 2019 untuk taruna. Artinya, dari segi prestasi, Rayhan/Rahmat memang layak dipanggil ke pelatnas pratama. 

Hebatnya, Rayhan/Rahmat ternyata belum terkalahkan tahun ini. Di Italian Junior 2020, mereka meraih empat kemenangan beruntun untuk bertemu pasangan asal Singapura Eng Keat Wesley Koh/ di semifinal. Partai ini tidak berlangsung karena kejuaraan Italian Junior 2020 keburu dihentikan karena wabah Covid-19 mulai menghantam Italia.

Rayhan/Rahmat tak terbendung di Dutch Junior International 2020. Enamkemenangan beruntun membawanya meraih gelar pertama tahun ini. Di final mereka  menundukkan pasangan Malaysia Junaidi Arif/Haikal Muhammad dengan skor 25-23 24-22.

Kedua atlet ini masih sangat muda. Rahmad masih 16 tahun, sedangkan Rayhan bahkan baru 15 tahun. Sementara kategori junior di bulutangkis adalah U-19.
Keywords: 

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat

Rayhan/Rahmat

Rayhan Rahmat 



Menanti Kebangkitan Jonatan Christie



Jonatan Christie sedang mengalami masa sulit dalam hal bulutangkis. Rekornya untuk tahun 2020 sejauh ini adalah lima kemenangan dan lima kekalahan. Tiga diantara lima kekalahan itu terjadi di Badminton Asia Team Championship 2020.

Mungkin akan lebih jelas dengan melihat gambar dibawah ini. Seperti terlihat di garis merah, peringkat dunia Jojo masih stabil di peringkat 7. Tapi posisi garis putih yang anjlok menunjukkan buruknya performa Jonatan sejak awal tahun 2020 ini.



Ternyata hal ini juga terjadi pada awal tahun 2019 lalu. Seperti terlihat pada gambar berikut, prestasi Jojo sempat terpuruk juga di bulan Januari 2019. Terbukti Jonatan mampu bangkit dan berprestasi.


Mundur lagi setahun ke belakang, kita dapati lagi pola yang sama. Jonatan Chrstie juga tidak memulai tahun 2018 dengan baik. Tiga tahun terakhir ini sepertinya Jonatan selalu kesulitan memulai awal tahun dengan prestasi gemilang.


Sisi positifnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, kita bisa berharap prestasi Jonatan kembali membaik. Bukan hal yang mudah karena ajang yang diikuti Jojo berikutnya adalah All England 2020.


Keywords: 

Jonatan Christie

Jonatan

Jojo 



Saifi Rizka Nurhidayah, Juara Tunggal Putri Dutch Junior International 2020



Tunggal putri junior terbaik kita, Putri Kusuma Wardani, sudah dipromosikan ke level senior . Andalan kita di level junior ini jadi beralih ke rekannya Stephanie Widjaja. Lalu secara mengejutkan, seorang atlet yang belum begitu dikenal bernama Saifa Rizka Nurhidayah berhasil merebut gelar juara tunggal putri di Dutch Junior International 2020.

Saifi masih berusia 17 tahun, mulai akhir tahun lalu ikut pelatnas pratama. Klub yang membinanya adalah Mutiara Cardinal Bandung. Klub yang sama juga membina dua tunggal putri pelatnas senior, yaitu Gregoria Mariska dan Choirunnisa. 

Saat masih berkompetisi di negeri sendiri tahu lalu, Saifi mencatatkan prestasi cukup mengesankan. Dia adalah juara Sirnas NTB Open 2019 untuk kategori tunggal putri - taruna. Sebelumnya Saifi juga menjadi kampiun Sirnas Kalimantan Selatan 2019 untuk kategori yang sama. Artinya, dari segi prestasi, Saifi memang layak dipanggil ke pelatnas pratama. 


Hebatnya, Saifi ternyata belum terkalahkan tahun iniuntuk tunggal putri. Di Italian Junior 2020, dia meraih empat kemenangan beruntun untuk menantang Stephanie Widjaja di semifinal. Partai ini tidak berlangsung karena kejuaraan Italian Junior 2020 keburu dihentikan karena wabah Covid-19 mulai menghantam Italia.


Saifi tak terbendung di di Dutch Junior International 2020. Tujuh kemenangan beruntun membawanya meraih gelar pertama tahun ini. Di final Saifi  menundukkan atlet Korea Selatan So Yul Lee dengan skor 21-18 17-21 26-24.

Indonesia Borong Empat Gelar Di Dutch Junior International 2020



Ditengah kekhawatiran penyebaran wabah Covid-19 di Eropa, turnamen Dutch Junior Internasional tetap berlangsung. Turnamen U-19 ini berlangsung di Belanda 26 Februari sampai dengan 1 Maret 2020. Tidak ada atlet China yang ikut serta, sepertinya terkait dengan kewaspaaan Covid-19.

Dalam kondisi kekhawatiran wabah Corona, turnamen ini tidak kekurangan peminat. Kurang lebih 128 tunggal putra, 128 tunggal putri, 64 ganda putra, 64 ganda putri dan 128 ganda campuran. Dengan banyaknya peserta dan waktu penyelenggaraan yang hanya empat hari serta adanya peserta yang tampil rangkap di tunggal dan ganda, tak heran jika ada peserta yang harus bertanding lebih dari sekali dalam satu hari.

Hasil menggembirakan diraih para atlet muda Indonesia di Dutch Junior International ini. Empat gelar sekaligus diboyong oleh atlet-atlet Indonesia. Satu-satunya gelar yang lepas dari atlet-atlet kita adalah tunggal putra, yang dimenangkan atlet Perancis, Christov Popov.


Tunggal putri Saifi Rizka Nurhidayah vs So Yul Lee (Korea Selatan) 21-18 17-21 26-24
Ganda putra Muhammad Rayhan Nur Fadillah/
Rahmat Hidayat
vs Junaidi Arif/
Haikal Muhammad (Malaysia)
25-23 24-22
Ganda putri Lanny Tria Mayasari/
Jesita Putri Miantoro
vs Min Sol Kim/
A Yeon Yoo (Korea Selatan)
21-10 21-10
Ganda campuran Teges Satriaji Cahyo Hutomo/
Indah Cahya Sari Jamil
vs Haikal Muhammad/
Low Yeen Yuan (Malaysia)
21-17 21-10


Hal yang menggembirakan bahwa nama-nama para juara diatas kebanyakan adalah muka baru. Mungkin hanya Indra Cahya Sari Kamil yang merupakan "alumni" skuad yang menjuarai Suhandinata Cup tahun lalu. Artinya, kita punya generasi U19 baru yang cukup berpotensi.

Catatan khusus, prestasi menjadi juara di tunggal putri dan ganda putri adalah hal yang menggembirakan. Saat ini di level senior Indonesia relatif kurang berprestasi di dua sektor ini.

Keywords: 

Saifi Rizka Nurhidayah

Saifi 

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat

Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro

Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil

Teges/Indah

Teges Indah





Greysia/Apriyani Peringkat Satu BWF World Tour



Diantara seluruh pemain Indonesia di dua bulan pertama 2020, Anthony Ginting mungkin yang mempunyai prestasi terbaik. Gelar juara Indonesia Masters menjadi gelar individual perdana Ginting tahun ini. Anthony juga berkontribusi besar memenangkan Badminton Asia Team Championships empat kemenangan saat menjadi tunggal putra Indonesia. 

Tapi soal rentetan kemenangan di turnamen BWF, ada yang melebihi Ginting. Adalah pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang sedang berada dalam performa bagus. Mereka sudah mencatatkan laju sembilan kemenangan beruntun saat menjadi kampiun Indonesia Masters dan Swiss Open 2020.


Prestasi ini mengantarkan Greysia/Apriyani ke peringkat pertama BWF World Tour Ranking edisi 25 Februari 2020. Ranking ini bisa dianggap mencerminkan prestasi atlet bulutangkis sejak awal tahun 2020. Delapan peringkat tertinggi BWF World Tour Ranking berhak untuk maju ke putaran final BWF World Tour akhir tahun ini di Guangzhou.

Sejujurnya, Greysia dan Apriyani tidak menghadapi lawan-lawan paling tangguh saat meraih kedua gelar itu. Lawan berperingkat tertinggi yang mereka kalahkan adalah pasangan Korea Kim So Yeong/Kong Hee Yong di semifinal. Para ganda putri terbaik dunia sedang tidak hadir, atau sudah tumbang lebih dahulu sebelum bertemu Greysia/Apriyani.

Bagaimanapun juga, dua gelar BWF World Tour ini seharusnya mendongkrak kepercayaan diri Greysia/Apriyani. Mereka sangat membutuhkan hal itu karena lawan-lawan paling tangguh akan datang ke All England pekan depan.

Keywords: 

Anthony Ginting

Greysia/Apriyani

Greysia Apriyani 

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...