Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Atlet China siap kembali berlaga



Dalam sebulan terakhir nama China seperti memudar di pemberitaan bulutangkis dunia. Badminton Asia Team Championship dan Barcelona Spain Masters berlalu tanpa keikutsertaan satupun pemain China. Wabah covid-19 yang berawal dari China menyulitkan atlet-atlet bulutangkis China untuk mengikuti turnamen seperti sedia kala.


Sementara China masih merupakan negara terkuat dalam hal bulutangkis, seperti tercermin dari BWF World Team Rankings yang menempatkan mereka di posisi puncak. Negeri tirai bambu ini punya tunggal putri terbaik saat ini, Chen Yu Fei. Mereka juga memiliki ganda putri nomor satu, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dan ganda campuran ranking wahid, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.

Supremasi tanpa kehadiran atlet China akan kehilangan legitimasi. Setidaknya untuk turnamen-turnamen kelas satu yang menjadi incaran para pebulutangkis papan atas. Misalnya All England dijadwalkan berlangsung Maret mendatang.

Dalam hal ini, otoritas bulutangkis China menyatakan bahwa para atlet mereka siap berkompetisi kembali. Para pebulutangkis China dalam keadaan sehat dan fit. Mereka akan ambil bagian di tiga event BWF World Tour 2020 berikutnya, yaitu German Open, All England dan Swiss Open.

Sebagian besar pemain China saat ini sudah berada di Inggris untuk berlatih. Mereka siap berangkat ke Jerman saat German Open berlangsung nantinya

Referensi:
https://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/shi-yuqi.jpg

Saat Bulutangkis China Butuh "Ginseng"

China mengontrak Kang Kyung Jin menjadi pelatih baru untuk menjadi pelatih sektor ganda di tim nasional Cina. Ini adalah pertama kalinya China mendatangkan seorang pelatih dari Korea Selatan. China yang pernah jadi superpower yang dominan di cabang olahraga bulutangkis sekarang butuh bantuan seorang pelatih Korea Selatan.




Sejak dulu China terkenal memiliki pemain-pemain handal di semua sektor. Olimpiade 2010 di London mengilustrasikan perioda terbaik saat Cina begitu mendominasi bulutangkis dunia. Kala China menyapu bersih seluruh lima emas bulutangkis yang diperebutkan di pesta olahraga dunia lima tahunan itu,

Saat ini China tidak lagi dominan. Mereka masih tetap negara kuat bulutangkis, tapi negara-negara lain juga bangkit. Jepang, India, Thailand dan China Taipei sekarang punya atlet kelas satu. Begitu juga dengan kekuatan tradisional seperti Indonesia, Malaysia. Korea Selatan dan Denmark.

Kejuaraan dunia 2019 bisa menjadi tolok ukur. Dari lima sektor yang diperlombakan, China hanya bisa menjadi pemuncak di sektor ganda campuran. Pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong menjadi satu-satunya wakil China dengan status juara dunia bulutangkis.

Kalau melihat peringkat dunia saat ini, Kento Momota (Jepang) begitu dominan di tunggal putra, seperti  juga Marcus/Kevin (Indonesia) di ganda putra. Di ganda putri, tiga pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dan Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi siap menghampat pasangan-pasangan China.

Di tunggal putri, andalan China Chen Yu Fei harus bersaing dengan Tai Tzu Ying (China Taipeh), Nozomi Okuhara (Jepang), Akane Yamaguchi (Jepang), Ratchanok Intanon (Thailand) dan Pusarla V. Sindhu (India). Mungkin hanya di ganda campuranlah China masih dominan. Peringkar satu dan dua dunia dipegang oleh pasangan-pasangan China yaitu Zheng Siwei/Huang Yaqiong dan Wang Li Lyu/Huang Dong Ping.

Dengan begitu, pikiran terbuka yang ditunjukkan China dengan merekrut seorang pelatih asal Korea Selatan adalah hal yang positif. Bagaimanapun juga, bulutangkis Cina punya warisan prestasi yang ingin mereka pertahankan.


Daftar Referensi:
http://www.badmintonplanet.com/badminton-news/14646-china-make-historic-move-hire-kang-kyung-jin-first-foreign-coach.html
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2016_Summer_Olympics
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2012_Summer_Olympics
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2008_Summer_Olympics
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2004_Summer_Olympics
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2000_Summer_Olympics
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_1996_Summer_Olympics
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_1992_Summer_Olympics
https://en.m.wikipedia.org/wiki/2019_BWF_World_Championships
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/6/men-s-singles/2019/46/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/46/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/8/men-s-doubles/2019/46/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/9/women-s-doubles/2019/46/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2019/46/?rows=25&page_no=1
https://www.ligaolahraga.com/storage/images/news/2019/09/03/sejarah-pertama-kali-china-mempekerjakan-pelatih-asing.jpeg

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...