Tampilkan postingan dengan label Fitriani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fitriani. Tampilkan semua postingan

German Open 2020 Ditunda


Wabah Covid-19 yang mulai menyebar di Eropa mulai mengkhawatirkan. Dampaknya terasa sampai lapangan bulutangkis. Turnamen German Open yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung 3-8 Maret 2020 ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Pembatalan turnamen yang sedianya berlangsung di Mülheim an der Ruhr ini tentunya sudah melalui pertimbangan matang. Menyelenggarakan turnamen denga peserta dari berbagai negara memang memberikan kekhawatiran akan penyebaran wabah tersebut. Masalah Covid-19 adalah masalah global yang sangat serius.

German Open 2020 ini adalah kategori 300, jadi kurang bergengsi. Namun begitu, jadwal penyelenggaraannya hanya seminggu sebelum turnamen prestius All England. Seandainya tidak dibatalkan, Para atlet dunia bisa memanfaatkan ajang ini sebagai pemanasan sebelum All England.

Tadinya Indonesia hendak mengirimkan atlet-atlet ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faisal/Gloria dan Rinov/Pitha. Begitupun dengan atlet-atlet tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan. Atlet-atlet ini sedang bejuang untuk bisa lolos ke olimpiade Tokyo tahun ini.

Jadwal baru German Open 2020 sepertinya akan berlangsung setelah berakhirnya masa kualifikasi olimpiade Tokyo 2020. Perjuangan sekarang harus beralih ke ajang berikutnya, yaitu All England.

Bulutangkis Menuju Eropa


Rangkaian turnamen BWF Wour Tour memulai tahun ini dari Asia Tenggara. Malaysia Masters, Indonesia Masters dan Thailand Masters telah berlalu. Kini di Februari-Maret ini panggung berpindah ke Eropa. Empat turnamen BWF World Tour siap mengalihkan perhatian pecinta bulutangkis ke benua biru.

Turnamen pertama yang sedang berlangsung adalah Barcelona Spain Masters pada 18-23 Februari 2020. Di turnamen ini Indonesia lebih banyak mengirimkan pemain muda dan pemain non pelatnas. Satu-satunya andalan yang turun bertanding di Barcelona adalah ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Selang seminggu setelah Barcelona Spain Masters berakhir, ada German Open pada 3-8 Maret 2020 di Mülheim an der Ruhr. Indonesia hanya tampil di sektor tunggal putri dan ganda campuran. Untuk dua sektor ini Indonesia menurunkan kekuatan penuh Gregoria Mariska Tunjung, Ruselli Hartawan, Fitriani, Hafiz Faizal/Glorial Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

German Open dan Barcelona Spain Masters adalah kategori BWF World Tour 300, memang kurang bergengsi. Tapi tak demikian halnya dengan All England yang akan digelar di Birmingham 11-15 Maret 2020. Ini adalah turnamen kategori BWF World Tour 1000, setara dengan Indonesia Open dan China Open.

All England punya gengsi tersendiri sebagai turnamen bulutangkis paling tua di dunia. Tak heran jika Indonesia juga mengirimkan kekuatan penuh ke negeri asal badminton ini. Para pebulutangkis terbaik dunia juga siap berkompetisi menjadi yang terbaik di ajang ini.

Usai All England ada Swiss Open di Basel 17-22 Maret 2020. Masih belum diketahu siapa saja pemain yang akan turun bertanding di ajang BWF World Tour 300 ini.

Referensi:
https://bwfbadminton.com/calendar/2020/remaining/
https://bwfbadminton.com/calendar/2020/completed/
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3748/barcelona-spain-masters-2020/
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3689/yonex-german-open-2020/results/draw/xd
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3689/yonex-german-open-2020/results/draw/ws
https://en.wikipedia.org/wiki/All_England_Open_Badminton_Championships
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3690/yonex-all-england-open-2020/results/draw/ms
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3690/yonex-all-england-open-2020/results/draw/ws
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3690/yonex-all-england-open-2020/results/draw/md
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3690/yonex-all-england-open-2020/results/draw/wd
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3690/yonex-all-england-open-2020/results/draw/xd
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3691/yonex-swiss-open-2020/results/draw/
https://www.worldatlas.com/r/w1200-h701-c1200x701/upload/9c/d1/d0/shutterstock-223964977.jpg

PBSI Mulai Mengorbitkan Putri Kusumawardani?

Dalam persiapan menghadapi kejuaraan Asia Beregu 2020, ada seebuah perkembangan menarik di tim Indonesia. Atlet tunggal putri Fitriani yang biasanya bertindak sebagai tunggal kedua kali ini tak diiikutkan. Kesempatan diberikan pada juniornya, Putri Kusuma Wardani.


Hal yang tidak mengherankan jika melihat prestasi tunggal putri kita di tiga event BWF World Tour sepanjang bulan Januari. Empat tunggal putri kita total hanya mencatatkan enam kemenangan, berbanding  sepuluh kekalahan. Hasil yang tidak menggembirakan, apalagi jika mengingat dua dari enam kemenangan itu terjadi di babak kualifikasi. 


Nama Menang Kalah Poin
Gregoria Mariska Tunjung 3 3 8290
Ruselli Hartawan 3 3 7490
Fitriani 0 3 6110
Lyanny Alessandra Mainaky 0 1 880

Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan berstatus pemain pelatnas prioritas. Artinya, mereka diharapkan bisa menyapu jatah maksimal dua tiket ke Olimpiade. Terkait kualifikasi Olimpiade ini, Fitriani diturunkan di 23 ajang, Gregoria 21 ajang dan Ruselli 17 ajang. 
Hasilnya tak sesuai harapan. Sepertinya hanya satu diantara mereka bertiga yang akan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Kesimpulannya, sektor tunggal putri memang perlu darah baru. Mungkin sudah saatnya PBSI mulai mengorbitkan tunggal putri baru. Dan agaknya nama yang dipilih PBSI adalah Putri Kusuma Wardani, mantan pemain pelatnas pratama yang tahun ini promosi ke pelatnas utama.

Masalahnya, Putri ini saat ini masih peringkat 273 dunia. Sesudah kejuaraan bulutangkis beregu Asia nanti, Putri masih harus dikirim ke banyak turnamen untuk meningkatkan peringkatnya. Artinya, mungkin kita masih perlu menunggu cukup lama sebelum melihat Putri tampil di kejuaraan level BWF World Tour.

Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/9/hsbc-race-guangzhou/58/women-s-singles/2020/5/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://www.jawapos.com/sports/22/01/2020/fitriani-terdepak-dari-skuad-indonesia-di-kejuaraan-beregu-asia-2020/
https://asset.indosport.com/article/image/q/80/279902/logo_badminton_asia_championships_2019-169.jpg?w=750&h=423
https://bwfbadminton.com/rankings/9/hsbc-race-guangzhou/58/women-s-singles/2019/48?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/12/notional-rankings-tokyo-2020-olympic-games-qualification/73/women-s-singles/2020/6/?rows=50&page_no=1
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani


Indonesia Negara Terkuat Ketiga Bulutangkis Dunia

Indonesia pernah sangat kuat di dekade 70-an, ditandai dengan gelar beruntun di piala Thomas dan dominasi Rudy Hartono dan Liem Swie King di All England. Situasi berubah di dekade 80-an saat China membuktikan diri yang terkuat di bulutangkis. Saat inipun secara keseluruhan China masih yang terbaik di kancah badminton dunia.



Federasi Bulutangkis Dunia Alias BWF menghitung peringkat negara-negara anggotanya melalui BWF World Team Ranking. Daftar sepuluh negara terbaik ditampilkan pada tabel dibawah ini. Sebagaimana terlihat, di daftar yang dirilis 7 Januari 2020 ini Indonesia ada di peringkat ketiga.

Peringkat Negara MS WS MD WD XD SC TC UC Total
1 China 1500 1500 1200 1500 1500 5000 0 0 12200
2 Jepang 1500 1500 1500 1500 1500 4000 0 0 11500
3 Indonesia 1200 750 1500 1200 1200 3000 0 0 8850
4 Thailand 1000 1200 500 1200 1200 3000 0 0 8100
5 China Taipei 1500 1500 1200 500 1000 2000 0 0 7700
6 Korea 750 1200 1200 1200 1200 2000 0 0 7550
7 Malaysia 1000 750 1200 1000 1200 2000 0 0 7150
8 Denmark 1200 1000 1000 500 500 2000 0 0 6200
9 India 1000 1200 1000 500 500 1500 0 0 5700
10 Hongkong 1200 750 250 500 1200 1500 0 0 5400

Pertama, kita lihat dulu kriteria-kriteria perhitungannya:
1. MS: prestasi tunggal putra terbaik suatu negara.
2. WS: prestasi tunggal putri terbaik suatu negara.
3. MD: prestasi ganda putra terbaik suatu negara.
4. WD: prestasi ganda putri terbaik suatu negara.
5. XD: prestasi ganda campuran terbaik suatu negara.
6. SC: prestasi negara tersebut di Sudirman Cup.
7. TC: prestasi negara tersebut di Thomas Cup.
8. UC: prestasi negara tersebut di Uber Cup.
9. Total: jumlah dari delapan kriteria diatas.

Skor Indonesia untuk ganda putra adalah maksimal yaitu 1500. Tidak mengherankan karena kita punya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, peringkat 1 dan 2 dunia. Ganda putra memang andalan Indonesia saat ini di berbagai ajang.

Untuk tunggal putra, ganda putri dan ganda campuran, nilai Indonesia adalah 1250. Artinya, kita punya pemain di 10 besar dunia, tapi diluar tiga besar. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonathan Christie, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Tunggal putri tidak pelak lagi adalah sektor dimana atlet Indonesia paling minim prestasi. Nilai Indonesia hanya 750. Ini artinya kita punya tunggal petri di 50 besar dunia, tapi diluar 20 besar. Dari sini kita bisa sebutkan nama Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan.

Skor 3000 didapatkan Indonesia dari capaian prestasi semifinal piala Sudirman tahun lalu. Skor piala Thomas dan Uber adalah nol. Hal ini tak mengherankan karena kedua event ini akan berlangsung 16-24 Mei tahun ini.

Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/3/bwf-world-team-rankings?short=1
https://extranet.bwfbadminton.com/docs/document-system/81/1466/1471/Section%205.3.3.3%20-%20World%20Team%20Ranking%20System.pdf
https://en.wikipedia.org/wiki/Rudy_Hartono
https://en.wikipedia.org/wiki/Liem_Swie_King
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/8/men-s-doubles/2020/5/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/6/men-s-singles/2020/5/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/9/women-s-doubles/2020/5/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2020/5/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2020/5/?rows=50&page_no=1

Pasca Malaysia Masters 2020, Ruselli Mengejar Gregoria dan Fitriani di Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020

Malaysia Masters 2020 berakhir nirgelar untuk Indonesia. Pencapaian terbaik atlet-atlet kita adalah empat wakil di semifinal, yang semuanya gagal mencapai final. Sebuah sinyal peringatan untuk bulutangkis kita di awal tahun 2020 ini.



Jika ada atlet Indonesia yang meraih hasil cukup positif di Malaysia Masters, mungkin Ruselli Hartawan adalah orangnya. Tampil dari babak kualifikasi, Ruselli maju ke babak utama dengan menundukkan Pai Yu Po dari China Taipei. Setelah itu Ruselli mampu menekuk andalan Singapura, Yeo Jia Min. Sayang langkahnya harus terhenti saat menghadapi atlet unggulan dari China, He Bing Jiao.

Prestasi itu memberi tambahan poin 3600 untuk Ruselli dalam hal poin kualifikasi Olimpiade. Sebelum dimulainya Malaysia Masters, poin Ruselli adalah 27340. Pasca Malaysia Masters, Ruselli naik ke poin 30940, mendekati Fitriani di angka 35274 dan Gregoria Mariska Tunjung di 42210.

Seperti sudah dibahas sebelumnya, kemungkinan besar Indonesia hanya akan mengirimkan satu tunggal putri ke Olimpiade 2020 Tokyo. Gregoria Mariska Tunjung masih ada di posisi terdepan, disusul oleh Fitriani dan Ruselli. Artinya, mau tidak mau Gregoria, Fitriani dan Ruselli harus bersaing memperebutkan satu tempat di ajang multi-event empat tahunan tersebut.

Gregoria Mariska TunjungFitrianiRuselli Hartawan
16 besar kejuaraan dunia 20195200QF Thailand Open 20195040QF Hongkong Open 20195040
Sudirman Cup 2019517016 besar French Open4320QF Macao Open 20193850
QF Korea Open 20195040Sudirman Cup 2019385416 Besar Malaysia Masters 20203600
16 besar Indonesia Open 20194800QF Chinese Taipei Open 20193850QF Indonesia Masters 20193030
16 besar Fuzhou China Open 2019432016 besar Korea Open 20193600QF Akita Masters 20193030
16 besar Japan Open 20194320Babak 1 kejuaraan dunia 20193200Babak 1 Indonesia Open 20193000
QF New Zealand Open 20193850Babak 1 Indonesia Open 2019300016 besar New Zealand Open 20192750
QF Chinese Taipei Open 20193850Babak 1 China Open 2019300016 besar Chinese Taipei Open 20192750
Babak 1 China Open300016 besar New Zealand Open 20192750Babak 1 Thailand Open 20192220
Babak 1 French Open2660Babak 1 Fuzhou China Open2660Babak 1 Australia Open 2019
1670

42210
35274
30940

Di Indonesia Masters pekan depan, Ruselli akan kembali berjuang dari babak kualifikasi. Untuk memperbaiki peluangnya, mungkin Ruselli harus lebih sering  
menembus babak perempat final. Terutama jika melihat perbandingan poinnya saat ini dengan Gregoria dan Fitriani.

Catatan: tabel diatas adalah hasil perhitungan penulis sendiri, dan belum muncul di tabel resmi kualifikasi Olimpiade yang baru akan diperbarui dua hari lagi.


Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/13/race-to-tokyo-bwf-olympic-qualification/78/women-s-singles/2020/2?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2020/2?rows=50&page_no=1&player1_id=96892
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3752/daihatsu-indonesia-masters-2020/results/draw/ws
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3752/daihatsu-indonesia-masters-2020/results/draw/ws
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3752/daihatsu-indonesia-masters-2020/results/draw/ws-qualification
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/2020-01-11
https://bwfbadminton.com/player/87434/he-bing-jiao
https://bwfbadminton.com/player/81986/ruselli-hartawan/tournament-results/
https://asset.indosport.com/article/image/q/80/299081/logo_malaysia_masters_2020-169.jpg?w=750&h=423

Tunggal Putri Myanmar Mengejar Olimpiade

Ada banyak pebulutangkis papan atas di Asia Tenggara, tapi tidak ada yang berasal dari Myanmar. Adalah wajar jika atlet bulutangkis Indonesia, Malaysia dan Thailand berjuang mencapai Olimpiade, karena banyak atlet bulutangkis negara-negara ini yang memiliki prestasi level dunia. Tidak demikian dengan Thet Htar Thuzar, tunggal putri Myanmar yang mengincar satu tempat di Olimpiade Tokyo 2020.


Peringkat Thet Htar Thuzar mungkin tidak mencukupi untuk tampil regular di ajang BWF World Tour. Dia lebih sering bermain di turnamen yang levelnya lebih rendah. Dari sinilah Thet TharThuzar berjuang mengumpulkan poin yang dibutuhkan untuk membawanya ke Tokyo.

Tahun lalu, tunggal putri Myanmar ini mencatatkan prestasi cukup mengesankan. Thet Htar Thuzar memborong gelar juara di Uganda International, Kenya International, Mauritius International, Benin International dan Cote d'Ivoire International 2019. Lima turnamen ini ada di kategori international series.

Semua prestasi itu membawanya ke peringkat 62 dunia, berdasarkan ranking tanggal 7 Januari 2020. Sekilas tidak cukup bagus untuk lolos ke Olimpiade, jika yang lolos adalah 32 pemain tunggal putri. Semua tunggal putri tentunya ingin lolos ke ajang besar empat tahunan ini.

Untungnya, peraturan kualifikasi Olimpiade menguntungkan Thet Htar Thuzar. Setiap negara maksimum hanya bisa meloloskan dua tunggal putri, itupun jika dua tunggal putri itu ada di 16 besar dunia. Untuk negara yang tidak punya tunggal putri di 16 besar dunia, maksimum hanya satu tunggal putri yang bisa lolos.

Tiga tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan semuanya punya peringkat lebih baik dari 
Thet Htar Thuzar. Tapi dilihat dari trend prestasi saat ini, hanya satu tunggal Indonesia Indonesia yang akan lolos. Dua yang lain harus tersingkir.

Hal serupa juga terjadi untuk negara kuat bulutangkis lain seperti China, Jepang,Thailand, Denmark atau Hongkong. Banyak pemain dari negara seperti ini punya peringkat diatas 
Thet Htar Thuzar tapi tak bisa lolos ke Olimpiade. Agaknya BWF memang ingin ada wakil sebanyak mungkin negara yang bisa hadir di Olimpiade Tokyo 2020.

Jika bisa mempertahankan prestasinya, 
Thet Htar Thuzar punya peluang besar untuk lolos ke Tokyo. Saat ini posisinya ada di peringkat 28 kualifikasi Olimpiade.




Referensi:

1. https://bwfbadminton.com/player/62385/thet-htar-thuzar/ranking-history/
2. https://bwfbadminton.com/player/62385/thet-htar-thuzar/tournament-results/?year=2019
3. https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2020/2/?rows=100&page_no=1
4. https://cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2019/04/Tokyo-Olympics_logo-640x394.jpg


Saat Ruselli Harus Berjuang Dari Kualifikasi Malaysia Masters 2020

Ruselli Hartawan, salah satu dari tiga atlet pelatnas tunggal putri yang berstatus "prioritas". Sebagai atlet prioritas, Ruselli mengejar dari tiket untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Seperti sudah dijelaskan di artikel ini, skenario paling mungkin untuk Ruselli lolos ke olimpiade adalah dengan menjadi tunggal Indonesia dengan peringkat tertinggi pada saat akhir masa kualifikasi Olimpiade, yaitu 30 April 2020. Untuk itu Ruselli harus melewati perolehan poin dari dua rekannya yang saat ini punya poin lebih bagus, sesama atlet pelatnas tunggal putri prioritas, yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.


Untuk mengejar Gregoria dan Fitriani, Ruselli perlu mengikuti banyak turnamen BWF World Tour. Sebanyak 10 turnamen BWF World Tour akan digelar di tahun ini sampai masa kualifikasi olimpiade berakhir tanggal 30 April 2020. Mengawali tahun ini adalah Malaysia Masters 2020 di Kuala Lumpur pada tanggal 7-12 Januari 2020, sebuah turnamen BWF World Tour 500.

Tak seperti Gregoria dan Fitriani yang langsung masuk babak pertama, Ruselli harus berjuang dari babak kualifikasi Malaysia Masters 2020. Di babak kualifikasi ini Ruselli harus berhadapan dengan peringkat 40 dunia Pai Yu Po dari China Taipeh. Ruselli sendiri saat ini adalah peringkat 37.

Rekor pertarungan mereka berdua lebih memihak memihak Pai Yu Po. Pemain China Taipeh ini tiga kali mengalahkan Ruselli, yaitu di Singapore Open 2015, Macau Open 2017 dan Chinese Taipei Open 2018. Ruselli membalas kekalahannya di Indoneia Masters 2019. Patut dicatat bahwa Ruselli baru 22 tahun sementara Pai Yu Po sudah 28 tahun. Barangkali ketiga kekalahan Ruselli ini terjadi saat masih relatif junior dan kalah pengalaman.

Dalam Malaysia Masters kali ini melibatkan 36 pemain tunggal putri. Sebanyak 28 pemain langsung masuk babak pertama. Delapan pemain tersisa harus berlaga dulu satu partai di babak kualifikasi  untuk memperebutkan empat tiket ke babak pertama. Ruselli harus melalui babak kualifikasi karena sebagai peringkat 37 dunia, rankingnya belum mencukupi untuk langsung ke babak pertama. Peringkat terendah diantara 28 pemain yang langsung menuju babak pertama adalah Line Højmark Kjaersfeldt, ranking 30 dunia.

Pemain tunggal putri tuan rumah Malaysia juga harus melalui fase kualifikasi. Soniia Cheah, tunggal putri terbaik negara jiran, akan berhadapan Qi Yuefei. Kisona Selvaduray, pemain Malaysia peraih medali emas Sea Games yang mengalahkan Ruselli di final, absen di ajang Malaysia Masters ini. Saat ini peringkatnya sepertinya memang masih belum mecukupi. Diantara delapan pemain yang tampil di babak kualifikasi, peringkat terendah adalah Yip Pui Yin dari Hongkong, peringkat 46 dunia.

Selain Ruselli, ada dua wakil Indonesia di ganda putri yang juga harus berjuang dari babak kualifikasi. Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto berhadapan dengan pasangan India yaitu Pooja Dandu/Sanjana Santosh. Sementara Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet menghadapi pasangan tuan rumah, Anna Ching Yik/Lim Chiew Sien.

Daftar Referensi:
https://www.hakimgaris.com/2019/12/gregoria-vs-fitriani-vs-ruselli-memperebutkan-tiket-olimpiade-2020.html
https://bwfbadminton.com/calendar/2020/remaining/
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/draw/ms-qualification
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/draw/ws
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/draw/ws-qualification
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/draw/md-qualification
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/draw/wd-qualification
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3687/perodua-malaysia-masters-2020/results/draw/xd-qualification
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/player/81986/ruselli-hartawan
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/player/99925/pai-yu-po

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/1/1d/2020_Summer_Olympics_logo_new.svg/153px-2020_Summer_Olympics_logo_new.svg.png





Upaya Alternatif Prestasi Di Pelatnas Tunggal Putri 2020

Prestasi tunggal putri Indonesia saat ini tidak menggembirakan. Sea Games 2019 Manila yang lalu bisa menjadi indikasinya. Fitriani selalu kalah dalam tiga partai dimainkannya di beregu putri. Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan gagal meraih medali emas tunggal putri, kandas menghadapi pemain Malaysia yang peringkatnya jauh dibawah mereka: Kisona Selvaduray.

Saat ini Gregoria, Fitriani dan Ruselli masih berstatus "prioritas". Alasannya, mereka sedang diproyeksikan merebut tiket ke olimpiade Tokyo 2019 https://en.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2019_Southeast_Asian_Games_%E2%80%93_Women%27s_team , yang tentunya perlu kita dukung bersama. Tapi setelah olimpiade di Juli-Agustus, seharusnya status "prioritas" mereka berakhir.

Juara nasional 2019 Asty Dwi Widyaningrum dipanggil ke pelatnas 2020. Sebelum kejurnas, Asty memang menyebutkan akan ngotot untuk juara dan bergabung dengan pelatnas. Artinya pelatnas tunggal putri mendapatkaan seorang talenta 19 tahun yang termotivasi untuk berprestasi.

Juara nasional 2019 untuk kelas taruna, Nandini Putri Arumni, juga dipanggil ke pelatnas 2020. Di catatan bwfbadminton.com, barangkali prestasi terbaik tahun lalu Nandini adalah sebagai finalis Jakarta International Series. Bergabung dengan pelatnas diharapkan akan memberi kesempatan lebih banyak bagi Asty dan Nandini untuk menjajal turnamen internasional dan berprestasi.

Bertahan di pelatnas utama bukan hal yang mudah. Diluar ketiga pemain prioritas Gregoria, Fitriani dan Ruselli, hanya Choirunnisa pemain pelatnas senior 2019 yang mampu bertahan masuk pelatnas 2020. Tahun ini prestasi Choirunnisa adalah finalis Iran Fajr International Challenge 2019 dan semifinalis Finnish Open 2019.

Nama Rekor 2019 Peringkat 2018 Poin 2018 Peringkat 2019 Poin 2019
Gregoria Mariska Tunjung 13-21 15 51440 24 43750
Fitriani 18-22 33 36099 28 41064
Ruselli Hartawan 19-17 51 28451 37 34220
Choirunnisa 12-12 130 13700 81 20490
Putri Kusuma Wardani 27-9 189 18400 244 5200
Yasnita Enggira Setyawan 17-9 275 4230 349 2840
Asty Dwi Widyaningrum 5-5 170 9780 229 5610
Nandini Putri Arumni 6-3 709 910 482 1520

Dari pelatnas pratama Putri Kusuma Wardhani promosi ke pelatnas utama. Hal yang cukup mengherankan karena Putri sebenarnya masih "cukup umur" untuk mematangkan diri dulu di level junior. Barangkali hal ini menunjukkan bagaimana sektor tunggal putri kita memang membutuhkan darah baru. Tahun lalu selain perannya membantu Indonesia menjadi juara Suhandinata cup 2019, Putri sukses menjadi juara Jakarta International Series dan finalis Jaya Raya International Grand Prix.

Yasnira Enggira Setiawan adalah nama lain alumni pelatnas pratama yang naik kelas ke pelatnas utama. Tahun lalu prestasi Yasnira adalah sebagai semifinalis Jakarta International Series dan German Junior 2019.



Daftar Referensi:
https://www.hakimgaris.com/2019/12/gregoria-vs-fitriani-vs-ruselli-memperebutkan-tiket-olimpiade-2020.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2019_Southeast_Asian_Games_%E2%80%93_Women%27s_team
https://www.djarumbadminton.com/nasional/berita/read/kejurnas-pbsi-asty-siapa-sih-yang-nggak-mau-ke-pelatnas/
https://www.suara.com/sport/2019/11/29/031000/nandini-kantongi-tiket-ke-pelatnas-berikut-daftar-juara-kejurnas-pbsi-2019
https://bwfbadminton.com/player/74788/asty-dwi-widyaningrum
https://bwfbadminton.com/player/74788/asty-dwi-widyaningrum/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/71458/nandini-putri-arumni
https://bwfbadminton.com/player/74788/nandini-putri-arumni/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/98727/choirunnisa-choirunnisa
https://bwfbadminton.com/player/98727/choirunnisa-choirunnisa/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/85154/yasnita-enggira-setiawan
https://bwfbadminton.com/player/85154/yasnita-enggira-setiawan/tournament-results
https://m.badmintonindonesia.org/Assets/image/logo-pbsi.png


Gregoria vs Fitriani vs Ruselli Memperebutkan Tiket Olimpiade 2020

Sebagai negara kuat bulutangkis, wajar jika Indonesia ingin mengirimkan banyak wakil sebanyak-banyaknya di olimpiade Tokyo 2020. Setiap negara maksimal mengirim 10 wakil, masing-masing 2 wakil di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Untuk keperluan itu, PBSI menetapkan sejumlah pemain prioritas di pelatnas, yang ditargetkan untuk lolos kualifikasi Olimpiade 2020.



Untuk tunggal putri, ada tiga pemain yang mendapat label prioritas: Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan. Saat ini prestasi tunggal putri Indonesia di pentas dunia kurang menggembirakan. Mungkin PBSI menugaskan tiga pemain berlabel prioritas agar mereka termotivasi berkompetisi untuk memperebutkan maksimum dua tiket ke Olimpiade Tokyo.

Untuk mengirimkan seorang wakil ke tunggal puteri olimpiade 2020, suatu negara perlu memiliki pemain di 32 besar peringkat dunia per 30 April 2020. Untuk mengirimkan dua wakil, syaratnya jauh lebih berat  Negara tersebut harus memiliki dua pemain di 16 besar dunia.

Akhir 2019, ketiga tunggal putri prioritas kita masih diluar 16 besar. Kemungkinan besar Indonesia hanya akan diwakili seorang tunggal putri di Tokyo tahun depan. Gregoria, Fitriani dan Ruselli mau tak mau dalam posisi bersaing memperebutkan satu tempat itu.

Nama
Rekor 2019
Ranking 2018
Poin 2018
Ranking 2019
Poin 2019
Gregoria Mariska Tunjung 13-21 15 51440 24 43750
Fitriani 18-22 33 36099 28 41064
Ruselli Hartawan 19-17 51 28451 37 34220

Perkembangan Gregoria Mariska Tunjung tidak begitu gemilang di tahun 2019. Walaupun begitu, dalam hal peringkat dunia tetap lebih baik dari Ruselli atau Fitriani. Prestasi terbaik Gregoria tahun ini adalah peruempat finalis New Zealand Open, Chinese Taipeh Open dan Korea Open.



Fitriani adalah satu-satunya yang berhasil memenangkan gelar juara satu BWF world tour tahun ini, yaitu Thailand Masters 2020. Sayangnya kejuaraan yang berlangsung Januari 2019 itu tidak termasuk perhitungan kualifikasi olimpiade. Saat ini jarak poin dengan Gregoria terpaut cukup jauh, 7000$1 poin.


Ruselli Hartawan menunjukkan grafik prestasi yang cenderung menanjak. empat kali mencapai perempat final dari lima ajang BWF World Tour yang diikutinya. Ruselli adalah juga peraih medali perak Sea Games 2019. Jika masih ingin lolos ke olimpiade, Ruselli setidaknya harus mempertahankan performanya saat ini.

Gregoria Mariska Tunjung Fitriani Ruselli Hartawan
16 besar kejuaraan dunia 2019 5200 QF Thailand Open 2019 5040 QF Hongkong Open 2019 5040
Sudirman Cup 2019 5170 16 besar French Open 4320 QF Macao Open 2019 3850
QF Korea Open 2019 5040 Sudirman Cup 2019 3854 QF Indonesia Master 2019 3030
16 besar Indonesia Open 2019 4800 QF Chinese Taipei Open 2019 3850 QF Akita Master 2019 3030
16 besar Fuzhou China Open 2019 4320 16 besar Korea Open 2019 3600 Babak 1 Indonesia Open 2019 3000
16 besar Japan Open 2019 4320 Babak 1 kejuaraan dunia 2019 3200 16 besar New Zealand Open 2019 2750
QF New Zealand Open 2019 3850 Babak 1 Indonesia Open 2019 3000 16 besar Chinese Taipei Open 2019 2750
QF Chinese Taipei Open 2019 3850 Babak 1 China Open 2019 3000 Babak 1 Thailand Open 2019 2220
Babak 1 China Open 3000 16 besar New Zealand Open 2019 2750 Babak 1 Australia Open 2019 1670
Babak 1 French Open 2660 Babak 1 Fuzhou China Open 2660


42210
35274
27340

Masih banyak ajang BWF World Tour yang akan dalam empat bulan mendatang. Gregoria, Fitriani dan Ruselli harus menampilkan yang terbaik jika ingin lolos ke Olimpiade. Salah satu yang menarik tentu saja saat mereka bertiga berlomba di hadapan pendukung sendiri di Indonesia Masters 14-19 Januari 2020. 




Daftar Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2018/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://en.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2020_Summer_Olympics_%E2%80%93_Qualification
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2018/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/player/83802/gregoria-mariska-tunjung
https://bwfbadminton.com/player/96892/fitriani-fitriani
https://bwfbadminton.com/player/81986/ruselli-hartawan
https://bwfbadminton.com/rankings/13/race-to-tokyo-bwf-olympic-qualification/78/women-s-singles/2019/51/?rows=25&page_no=1&country=INA


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/1/1d/2020_Summer_Olympics_logo_new.svg/153px-2020_Summer_Olympics_logo_new.svg.png

Prediksi Head To Head: Indonesia Hanya Kebagian Medali Perak Beregu Putri

Tim beregu putra Indonesia sukses menyingkirkan Thailand di semifinal Sea Sames 2019. Tapi akan halnya beregu putri, lain pula ceritanya. Bagaimanapun juga, para pebulutangkis putri Thailand memang punya prestasi lebih mentereng daripada putra.


Seperti biasa,kita lihat dulu prakiraan pemain yang diturunkan. Format standar tiga tunggal dan dua ganda. Kebetulan kedua negara hanya membawa tiga pemain tunggal putri, tanpa pemain keempat sebagai cadangan.

Indonesia

Tunggal Putri
1. Gregoria Mariska Tunjung.
2. Fitriani.
3. Ruselli Hartawan.

Ganda Putri
1. Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
2. Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta.

Thailand

Tunggal Putri
1. Ratchanol Intanon.
2. Busanan Ongbamrungphan.
3. Nitchaon Jindapol.

Ganda Putri
1. Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.
2. Chayanit Chayatchalam/Phataimas Muenwong.

Ratchanok Intanon masih jadi momok bagi Gregoria. Kedua pemain ini pernah bertemu enam kali, semuanya untuk kemenangan pemain andalan Thailand tersebut. Ratchanok Intanon memang pemain elit dunia, yang belum ada tandingannya di Asia Tenggara

Gregoria
Mariska
Tunjung

Ratchanok IntanonKejuaraan Dunia 2019kalah18-21 21-23 10-21
Gregoria
Mariska
Tunjung

Ratchanok IntanonIndonesia Open 2019kalah21-13 19-21 15-21
Gregoria
Mariska
Tunjung

Ratchanok IntanonMalaysia Open 2019kalah12-21 16-21 
Gregoria
Mariska
Tunjung

Ratchanok IntanonMalaysia Masters 2019kalah15-21 16-21
Gregoria
Mariska
Tunjung

Ratchanok IntanonJapan Open 2018kalah15-21 13-21 
Gregoria
Mariska
Tunjung

Ratchanok IntanonIndonesia Open 2018kalah11-21 21-17 14-21

Greysia Polii/Apriyani Rahayu punya rekor bagus 4-1 atas calon lawannya Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. Patut dicatat bahwa satu-satunya kekalahan itu terjadi pada partai terakhir di Chinese Taipei Open 2019. Jika Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berada pada kondisi fit, saya prediksi mereka mampu memenangkan partai ini.


Greysia Polii/
Apriyani Rahayu
Jongkolphan Kititharakul/
Rawinda Prajongjai

Chinese Taipei Open 2019kalah18-21 21-12 17-21
Greysia Polii/
Apriyani Rahayu
Jongkolphan Kititharakul/
Rawinda Prajongjai

Indonesia Masters 2019menang21-1617- 21 21-13
Greysia Polii/
Apriyani Rahayu
Jongkolphan Kititharakul/
Rawinda Prajongjai

Uper Cup 2018menang21-11 21-16
Greysia Polii/
Apriyani Rahayu
Jongkolphan Kititharakul/
Rawinda Prajongjai

India Open 2018menang21-18 21-15
Greysia Polii/
Apriyani Rahayu
Jongkolphan Kititharakul/
Rawinda Prajongjai

Korea Open 2017menang21-15 24-22


Fitriani sebenarnya punya rekor bagus terhadap Busanan Ongbarumphan. Fitriani mencatatkan tiga kemenangan dan satu kekalahan. Hanya saja, mengingat performa terkini Fitriani di Sea Games saat dia tumbang saat menghadapi tim Vietnam dan tim Singapura, agaknya berat untuk menjagokan Fitriani di laga ini

Fitriani Busanan 
Ongbarumphan
Thailand Masters 2019menang21-12 21-14
FitrianiBusanan 
Ongbarumphan
Korea Masters 2019menang21-18 12-21 21-11
FitrianiBusanan 
Ongbarumphan
Thailand Open 2016kalah11-21 11-21
FitrianiBusanan 
Ongbarumphan
Vietnam Open 2015menang19-21 21-19 21-16

Sementara untuk ganda kedua, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta belum pernah bertemu dengan Chayanit Chayatchalam/Phataimas Muenwong. Begitu juga tunggal ketiga Ruselli Hartawan belum pernah bertemu dengan Nitchaon Jindapol. 


Prediksi: skor 3-2 untuk kemenangan Thailand.





Referensi:
https://bwfbadminton.com/player/83802/gregoria-mariska-tunjung/head-to-head-analysis/?event=single&team2_player1=35642
https://bwfbadminton.com/player/96892/fitriani-fitriani/head-to-head-analysis/?event=single&team2_player1=58271
https://bwfbadminton.com/player/81986/ruselli-hartawan/head-to-head-analysis/?event=single&team2_player1=57971
https://bwfbadminton.com/player/81462/apriyani-rahayu/head-to-head-analysis/?event=double&partner=14729&team2_player1=84669&team2_player2=24686
https://bwfbadminton.com/player/67168/chayanit-chaladchalam/head-to-head-analysis/?event=double&partner=56460&team2_player1=84362&team2_player2=91654
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/75/2019_Southeast_Asian_Games_(30th_SEA_Games).svg/200px-2019_Southeast_Asian_Games_(30th_SEA_Games).svg.png

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...