Tampilkan postingan dengan label Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay. Tampilkan semua postingan

Pelatnas 2020 Dan Peningkatan Signifikan Performa Tungggal Putra

Sepanjang tahun 2019, prestasi para tunggal putra yang dipanggil pelatnas 2020 cenderung mengalami peningkatan. Memang masih sulit menandingi Kento Momota. Setidaknya Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting berstatus sebagai pemain elit dunia, dan di jalur yang tepat untuk sama-sama lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo.


Jonathan Christie adalah satu-satunya tunggal putra yang berhasil merebut gelar juara sebuah turnamen BWF World Tour di tahun 2019. Jonathan adalah kampiun di Australia Open dan New Zealand Open. Peringkatnya menanjak dari peringkat 11 akhir tahun lalu menjadi peringkat ke-6 tahun ini.

Dibanding akhir tahun lalu, Anthony Sinisuka Ginting mungkin masih sama-sama di peringkat ketujuh. Tapi dilihat dari poin yang didapatnya ada peningkatan dari 65285 menjadi 72562. Jika pemain yang tahun lalu tampil di lima final ini mampu mulai kembali memenangkan gelar turnamen di rangkaian BWF World Tour, mungkin Gintinglah yang menjadi tunggal pertama Indonesia di piala Thomas, bukan Jonathan.

Shesar Hiren Rhustavito yang mungkin sering luput dari perhatian media, mencatat loncatan besar di tahun 2019. Dari peringkat ke-53 di akhir tahun 2018, Vito sekarang sudah ada di peringkat ke-20 dunia. Prestasi terbaik Vito tahun ini adalah semifinal Chinese Tainei Open dan perempat final Thailand Open, Korea Open dan Fuzhou China Open.

Nama
Rekor 2019
Ranking 2018
Poin 2018
Ranking 2019
Poin 2019
Keterangan
Jonatan Christie43-191157403673640
Anthony Sinisuka Ginting38-22765285772562
Shesar Hiren Rhustavito24-1653296102046254
Chico Aura Dwi Wardoyo22-1769243407323320
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay25-1219588608221440
Firman Abdul Kholik17-861280368321290
Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu16-91591127016511260promosi dari pelatnas pratama
Karono Suwarno12-638329502794740promosi dari pelatnas pratama
Vicky Angga Saputra4-3284166002844640“baru”

Chico Aura Dwi Wardoyo mungkin tidak mencatatkan peningkatan peringkat di tahun 2019. Tapi setidaknya, rekor pertandingannya masih positif, 22 kemenangan berbanding 17 kekalahan. Walaupun begitu pemain 21 tahun ini sebaiknya meningkatkan prestasinya di tahun 2020.

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay mencatatkan peningkatan peringkat yang cukup luar bisa di tahun 2019, dari peringkat 195 ke peringkat 82. Prestasi terbaiknya tahun ini adalah juara Indonesia International Challenge 2019. Mungkin tahun 2020 Ikhsan perlu lebih banyak menjajal ajang BWF World Tour. 

Catatan Firman Abdul Kholik terlihat cukup anomali. Sementara peringkatnya turun dari 61 menjadi 83, kenyataannya rekor pertandingan Firman justru cukup bagus, 17 kemenangan 8 kekalahan. Seperti juga Chico, Firman sebaiknya meningkatkan prestasinya di tahun 2020.

Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu dan Karono Suwarno naik kelas dari pelatnas pratama ke pelatnas senior. Tentunya dengan tampil di pelatnas senior diharapkan Gatjra dan Karono bisa lebih banyak mencoba berprestasi di turnamen senior. Tentunya kita harapkan Gatjra dan Karono bisa melalui periode transisi junior-ke-senior ini dengan mulus.

Dipanggilnya kembali Vicky Angga Saputra ke pelatnas adalah hal yang menarik. Memang peringkatnya menurun drastis, tapi hal ini tak terlepas dari berkurangnya turnamen yang diikuti setelah tak lagi berstatus pemain pelatnas di tahun 2019. Walaupun begitu, kita bisa mencatat kemenangannya atas Ihsan Maulana Mustofa, Panji Ahmad Maulana, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di Indonesia Masters 2019.



Daftar Referensi:
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20191220193540-170-458817/susunan-pemain-pelatnas-pbsi-2020-ahsan-hendra-masuk-daftar
https://www.liputan6.com/bola/read/3863277/ini-daftar-pebulu-tangkis-penghuni-pelatnas-pbsi-2019
https://bwfbadminton.com/player/73442/jonatan-christie
https://bwfbadminton.com/player/95661/anthony-sinisuka-ginting
https://bwfbadminton.com/player/81887/shesar-hiren-rhustavito
https://bwfbadminton.com/player/71408/chico-aura-dwi-wardoyo
https://bwfbadminton.com/player/90657/ikhsan-leonardo-imanuel-rumbay
https://bwfbadminton.com/player/61797/firman-abdul-kholik
https://bwfbadminton.com/player/62305/gatjra-piliang-fiqihilahi-cupu
https://bwfbadminton.com/player/59658/karono-karono
https://bwfbadminton.com/player/58640/vicky-angga-saputra
https://bwfbadminton.com/player/58640/vicky-angga-saputra/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/89156/syabda-perkasa-belawa
https://bwfbadminton.com/player/75079/yonathan-ramlie
https://bwfbadminton.com/player/69006/christian-adinata
https://bwfbadminton.com/player/80886/bobby-setiabudi
https://bwfbadminton.com/player/83267/muh-asqar-harianto
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/6/men-s-singles/2018/51/?rows=100&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/6/men-s-singles/2019/51/?rows=100&page_no=1&country=INA
https://www.suara.com/sport/2019/01/04/191000/daftar-atlet-senior-yang-terdegradasi-dari-pelatnas-pbsi-2019

https://www.straitstimes.com/sites/default/files/styles/article_pictrure_780x520_/public/articles/2019/04/09/colin-jc2-9.jpg?itok=RZcDkAkd&timestamp=1554809273


Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Menjuarai Indonesia Challenge 2019

Indonesia Challenge 2019 bukan kejuaraan bergengsi. Tidak masuk rangkaian BWF world tour, tidak juga BWF Tour 100. Para pemain terbaik Indonesia juga absen di event ini.




Tapi ajang ini tetap menarik untuk disimak. Sebagai negara tuan rumah, tak heran banyak atlet Indonesia yang tampil di event ini. Momen yang menarik untuk memantau perkembangan atlet pelatnas senior dan pelatnas pratama di ajang kompetitif.

Di tunggal putra, atlet pelatnas Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay keluar sebagai yang terbaik. Di partai final dia mengalahkan pemain veteran Sony Dwi Kuncoro. Atlet pelatnas lain Chico Aura Dwi Wardoyo hanya bertahan sampai perempat final.

Ajang ini juga menunjukkan atlet pelatnas pratama masih kesulitan untuk mencapai prestasi menyereng. Christian Adinata menorehkan prestasi  paling bagus dengan mencapai perempat final. Transisi junior ke senior memang bukan hal yang sederhana.

Sementara untuk atlet non pelatnas, selain Sony, ada juga Khrisna Adi Nugraha yang melaju sampai babak babak perempat final.


Atlet Indonesia Ranking BWF Pelatnas Fase Atlet Lawan Negara Lawan Skor
Chico Aura Dwi Wardoyo 63 pelatnas utama Babak 1 Choi Ji Hoon Korea Selatan 21-10 21-11
Chico Aura Dwi Wardoyo 63 pelatnas utama Babak 2 Yang Wang China Taipeh 21-13 21-13
Chico Aura Dwi Wardoyo 63 pelatnas utama Babak 3 Yeoh Seng Zoe Malaysia 21-11 21-11
Chico Aura Dwi Wardoyo 63 pelatnas utama perempatfinal Ng Tze Yong Malaysia 21-14 10-21 13-21
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 101 pelatnas utama Babak 1 Muhammad Izzuddin Shamsul Muzli Malaysia 21-11 21-14
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 101 pelatnas utama Babak 2 Muhammad Elaf Wei Tan Malaysia 21-9 21-12
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 101 pelatnas utama Babak 3 Aidil Sholeh Ali Sadikin Malaysia 19-21 21-15 21-11
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 101 pelatnas utama Perempatfinal Tien Minh Nguyen Vietnam 9-21 21-15 21-19
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 101 pelatnas utama Semifinal Jia Heng Jason Teh Singapura 21-10 22-20
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 101 pelatnas utama Final Sony Dwi Kuncoro Indonesia 21-12 21-15
Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu 162 pelatnas pratama Babak 1 Zulhelmi Zulkifli Malaysia 21-16 21-19
Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu 162 pelatnas pratama Babak 2 Jia Heng Jason Teh Singapura 14-21 17-21
Yonathan Ramlie 232 pelatnas pratama Babak 1 Aidil Sholeh Ali Sadikin Malaysia 14-21 11-21
Syabda Belawa Perkasa 254 pelatnas pratama Babak 1 Shota Omoto Jepang 21-13 14-21 15-21
Christian Adinata 293 pelatnas pratama Babak 1 Ng Jun Yan Malaysia 21-18 21-17
Christian Adinata 293 pelatnas pratama Babak 2 Kim Donghun Korea Selatan 21-17 21-19
Christian Adinata 293 pelatnas pratama Babak 3 Panji Ahmad Maulana Indonesia 18-21 21-16 21-16
Christian Adinata 293 pelatnas pratama Perempatfinal Jia Heng Jason Teh Singapura 10-21 20-22
Alberto Alvin Yulianto 367 pelatnas pratama (magang) Babak 1 Lanz Ralf Zafra Philipina 21-17 21-10
Alberto Alvin Yulianto 367 pelatnas pratama (magang) Babak 2 Misbun Ramdan Mohmed Misbun Malaysia 21-12 21-13
Alberto Alvin Yulianto 367 pelatnas pratama (magang) Babak 3 Ng Tze Yong Malaysia 14-21 13-21
Bobby Setiabudi 471 pelatnas pratama (magang) Babak 1 Muhammad Syafiq Iqbal Mohd Nadzri Malaysia 21-14 21-12
Bobby Setiabudi 471 pelatnas pratama (magang) Babak 2 Ha Young Woong Korea Selatan 17-21 21-19 13-21
Iqbal Aji Tri Pamungkas 500 pelatnas pratama (magang) Babak 1 Abdul Kadir Zailani Indonesia 18-21 12-21
Sonny Dwi Kuncoro 122 - Babak 1 Ros Leonard Pedrosa Philipina 21-9 21-7
Sonny Dwi Kuncoro 122 - Babak 2 Jia Wei Joel Koh Singapura 21-11 21-11
Sonny Dwi Kuncoro 122 - Babak 3 Abdul Kadir Zailani Indonesia 16-21 21-16 21-13
Sonny Dwi Kuncoro 122 - Perempatfinal Krisna Adi Nugraha Indonesia 22-20 21-15
Sonny Dwi Kuncoro 122 - Semifinal Ng Tze Yong Malaysia 21-18 21-17
Sonny Dwi Kuncoro 122 - Final Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Indonesia 12-21 15-21
Vicky Angga Saputra 163 - Babak 1 Ng Tse Yong Malaysia 13-21 13-21
Panji Ahmad Maulana 207 - Babak 1 Takuma Obayashi Jepang 21-16 21-19
Panji Ahmad Maulana 207 - Babak 2 Daisuke Omoto Jepang 21-19 18-21 21-11
Panji Ahmad Maulana 207 - Babak 3 Christian Adinata Indonesia 21-18 16-21 16-21
Andre Marteen 210 - Babak 1 Bagas Kristianto Nugroho Indonesia 7-13 retired
Krishna Adi Nugraha 216 - Babak 1 Phanuwat Srimanta Thailand 21-14 21-17
Krishna Adi Nugraha 216 - Babak 2 Lim Chi Wing Malaysia 22-20 21-14
Krishna Adi Nugraha 216 - Babak 3 Ha Young Woong Korea Selatan 21-15 11-21 21-14
Krishna Adi Nugraha 216 - Perempatfinal Sonny Dwi Kuncoro Indonesia 20-22 15-22
Yehezkiel Fritz Mainaky 220 - Babak 1 Leong Jun Hao Malaysia 12-21 12-21
Henrikho Kho Wibowo 295 - Babak 1 Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan Indonesia 18-21 17-21
Muhammad Febriansyah 387 - Babak 1 Md Tah M Ziyad Malaysia 15-21 21-19 21-17
Muhammad Febriansyah 387 - Babak 2 Hashitu Shimono Jepang 12-21 15-21
Bagas Kristianto Nugroho 477 - Babak 1 Andre Marteen Indonesia 13-7 retired
Bagas Kristianto Nugroho 477 - Babak 2 Tien Minh Nguyen Vietnam 9-21 8-21
Muhammad Aldo Apriyandi 552 - Babak 1 Kim Donghun Korea Selatan 15-21 15-21
Aldo Oktaviano Purnomo 606 - Babak 1 Yang Wang China Taipeh 15-21 17-21
Muh. Asqar Harianto 606 - Babak 1 Cao Cuong Pham Vietnam 21-18 21-12
Muh. Asqar Harianto 606 - Babak 2 Ng Tze Yong Malaysia 15-21 15-21
Abdul Kadir Zailani 815 - Babak 1 Iqbal Aji Tri Pamungkas menang 21-18 21-12
Abdul Kadir Zailani 815 - Babak 2 Tan Jia Wei Malaysia 12-21 21-19 21-17
Abdul Kadir Zailani 815 - Babak 3 Sonny Dwi Kuncoro Indonesia 21-16 16-21 3-21
Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan 984 - Babak 1 Henrikho Kho Wibowo Indonesia 21-18 21-17
Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan 984 - Babak 2 Aidil Sholeh Ali Sadikin Malaysia 21-12 20-22 13-21
Muh. Azahbru B Kasra 1010 - Babak 1 Lim Chi Wing Malaysia 14-21 17-21


Referensi:
https://bwfbadminton.com/results/3637/caffino-indonesia-international-challenge-2019/draw/ms
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/6/men-s-singles/2019/43/?rows=100&page_no=1&country=INA
https://sport.detik.com/raket/d-4371055/ini-dia-96-pemain-pelatnas-bulutangkis-2019
https://tonghanter.harianterbit.com/gbr_artikel/20191027_Indonesia_International_Chalenge_Final_Ikhsan7_2.jpg

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...