Tampilkan postingan dengan label Markus Fernaldi Gideon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Markus Fernaldi Gideon. Tampilkan semua postingan

BWF World Finals Dan Kesempatan Kedua

BWF World Finals punya format berbeda dengan turnamen bulutangkis lainnya yang dominan menggunakan sistem gugur. Putaran final BWF World Tour diawali dengan fase grup yang berlangsung setengah kompetisi, lalu semifinal dan final. Sampai sini, sekilas terlihat seperti format yang digunakan di piala Thomas atau piala Uber.


Biasanya, dalam sebuah turnamen yang penyisihannya terdiri dari dua grup, semifinal akan berlangsung bersilangan antara juara grup A melawan runner-up grup B, dan juara grup B melawan runner-up grup A. Di BWF World Finals aturannya berbeda: lawan semifinal dari empat pemain terbaik itu ditetapkan berdasarkan undian. 

Hal ini memungkinkan dua pemain yang lolos dari grup yang sama, kembali bertemu di babak semifinal. Pihak yang tadinya kalah di pertemuan sebelumnya, jadi punya kesempatan untuk melakukan revans. Sebaliknya, pemain yang menang di babak sebelumnya setidaknya bisa kembali kembali mencoba strategi yang sebelumnya sukses mengalahkan lawan.

Anthony Sinisuka Ginting meneruskan dominasinya atas Chen Long di turnamen ini. Jika di fase grup Ginting unggul 21-12 21-11, di semifinal Chen Long kembali ditundukkan 21-15 21-15. Dengan dua hasil yang cukup telat itu, tak diragukan lagi bahwa Ginting memang layak menantang Kento Momota di final.

Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo belum mampu mencari solusi atas momok dari Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Untuk kesekian kalinya mereka harus menyerah atas pasangan dari negeri matahari terbit itu. Sebelumnya di fase grup the minions kalah 10-21 9-21, di semifinal mereka kembali gagal meraih kemenangan, dalam pertandingan tiga set 11-21 21-15 10-21. Dengan predikat peringkat satu dunia, hal ini sama sekali bukan hasil yang menggembirakan untuk Marcus/Kevin.

Kesempatan kedua ini tak disia-siakan oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan untuk membalas kekalahan dari Lee Yang/Wang Chi-Lin. Jika di fase grup mereka menyerah 18-21 18-21, di babak semifinal giliran pasangan China Taipei itu yang harus menyerang 21-14 21-9. Dengan kemenangan itu Ahsan/Hendra melaju ke partai puncak.

Sayang Anthony Ginting terhenti di final melawan Kento Momota. Dalam pertandinga  yang berlangsung tiga set, Ginting sempat unggul 11-5 di babak ketiga. Sayang posisi menguntungkan ini gagal dimanfaatkan Ginting yang harus menyerah 21-17 17-21 14-21.

The daddies Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang sukses menjadi kampiun di BWF World Finals ini. Mereka seolah "membalas dendam" kekalahan the minions dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Dalam partai yang cukup menegangkan, Hendra/Ahsan menekuk pasangan Jepang itu 24-22 21-19.


Daftar Referensi:
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/2019-12-14
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/2019-12-15
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/ms-group-a
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/ms-group-b
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/ws-group-a
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/ws-group-b
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/md-group-a
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/md-group-b
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/xd-group-a
https://bwfworldtourfinals.bwfbadminton.com/results/3754/hsbc-bwf-world-tour-finals-2019/draw/xd-group-b
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20191215130612-170-457144/ditekuk-momota-anthony-ginting-gagal-juara-bwf-world-tour

https://badmintonindonesia.org/upload/news/boxd11c3627-f2e6-49e6-9926-0f918a00edb7.jpg



Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...