Tampilkan postingan dengan label Tontowi/Apriyani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tontowi/Apriyani. Tampilkan semua postingan

Pelatnas Ganda Campuran 2020 yang Melanjutkan Peremajaan

Pasca pensiunnya Liliyana Natsir, PBSI agaknya fokus membina atlet-atlet muda untuk menjadi andalan di masa depan. Pasangan-pasangan muda dibentuk dan diorbitkan untuk menjadi andalan masa depan. Pendekatan ini agaknya mulai menunjukkan hasil.



Pasangan nomor satu kita saat ini  ini tentu saja adalah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Di tahun 2019 Praveen/Melati sukses meraih gelar juara di Denmark Open dan French Open. Dari peringkat 15 dunia di akhir tahun 2018, mereka merangsek ke peringkat 5 di akhir 2019, peringkat tertinggi saat ini untuk pasangan ganda campuran Indonesia.

Di belakang mereka ada Hafiz Faizal/Gloria Emmanuelle Widjaja. Prestasi mereka tahun lalu adalah sebagai runner-up German Open. Dengan Praveen/Melati sekarang memiliki peringkat lebih baik dari mereka, Hafiz/Faizal mau tak mau harus membidik posisi di 8 besar dunia jika ingin lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga mencatatkan perkembangan. Dari peringkat 28 di tahun akhir 2018, Rinov/Pitha meningkat ke di peringkat 21 dunia di penghujung 2019. Pencapaian mereka tahun lalu adalah sebagai runner-up Swiss Open 2019.

Walaupun lebih banyak tampil di ajang-ajang yang agak kurang bergengsi di 2019, pencapaian Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso cukup bagus. Peringkat 42 dunia per akhir tahun 2019 ini tercatat sebagai juara Russia Open. Mereka bagaimanapun juga masih harus memperbaiki peringkat jika ingin tampil regular di ajang-ajang paling bergengsi.

Tontowi/Apriyani adalah kombinasi yang menarik. Mantan juara olimpiade berpasangan dengan salah satu pemain ganda putri terbaik Indonesia. Pasangan ini sudah melakukan debut kompetitif di Indonesia Masters 2020. Tentu saja butuh waktu untuk mereka bisa menemukan performa terbaik.

Ada empat nama lagi di pelatnas ganda campuran 2020, yaitu Marsheilla Gischa Islami, Andika Ramadiansyah, Winny Oktavina Kandow dan Akbar Bintang Cahyono. Akankah mereka dikombinasikan untuk membentuk dua pasangan baru?



Referensi:
https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/daftar-atlet-badminton-pelatnas-pbsi-tahun-2020-en8L
https://sport.tempo.co/amp/1161761/inilah-daftar-pemain-pelatnas-bulu-tangkis-pbsi-2019
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2018/52/?rows=100&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2019/53/?rows=100&page_no=1
https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/gHdL-q-l6rl3nAJF1W4z2n4j2QU=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1389153/original/091728300_1477762134-Logo_PBSI.jpg

Debut Mengejutkan Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu

Penampilan perdana pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu di Indonesia Masters 2020 memang mengejutkan. Sebenarnya mereka berstatus sebagai "cadangan" di daftar tunggu. Ternyata ada pekerja yang mengundurkan diri dan mendadak Tontowi/Apriyani mendapatkan kesempatan bagus untuk melakukan debut di kompetisi resmi.


Tanpa persiapan yang memadai, Tontowi/Apriyani tetap mampu melalui debut dengan kemenangan. Pasangan Thailand Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran ditundukkan 21-16 21-17. Dengan begitu Tontowi/Apriyani lolos dari babak 32 besar dan akan menghadapi unggulan ketujuh Seo Seung Jae/Chae YuJung pada 15 Januari 2020. Tentunya sebagai pasangan baru, masih butuh waktu bagi Tontowi/Apriyani untuk menyesuaikan diri.

Tontowi adalah seorang veteran yang disegani, yang sudah lama malang melintah di dunia bulutangkis. Bersama Liliyana Natsir, Tontowi memenangkan medali emas ganda campuran di Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Keputusan Liliyana untuk mundur dari bulutangkis membuat Tontowi harus mencari pasangan lain untuk meneruskan karir di ganda campuran.

Sementara Apriyani Rahayu dikenal sebagai ganda putri terbaik Indonesia bersama pemain senior, Greysia Polii. Pasangan Greysia/Apriyani ini adalah ganda putri andalan Indonesia di berbagai event internasional. Mereka berada di jalur yang tepat untuk lolos ke Olimpiade Tokyo tahun ini.

Kiprah pasangan Tontowi/Apriyani ini memang menarik untuk ditunggu. Sebagai veteran yang sudah pernah mencapai puncak prestasi, Tontowi membutuhkan partner kelas satu. Dengan berbagai opsi atlet putri pelatnas ganda campuran sudah keburu memiliki pasangan, memboyong Apriyani dari pelatnas ganda putri adalah gagasan yang patut dicoba. Bagi Apriyani sendiri, ini kesempatan untuk melebarkan ruang prestasi. Bagaimanapun juga, prestasi atlet Indonesia di sektor ganda campuran lebih mentereng daripada ganda putri.

Hanya saja, Apriyani Rahayu ini belum punya poin dan peringkat di ganda campuran. Hal ini menyulitkan pasangan Tontowi/Apriyani untuk berlaga di kejuaraan bergengsi. Karena itulah tadinya 
Tontowi/Apriyani hanya ada di daftar tunggu Indonesia Masters 2020.

Di hari yang sama dengan debut Tontowi/Apriyani, sejumlah pasangan ganda campuran Indonesia bertumbangan. Pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Hayuningtyas Mentari, Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Baso dan Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet tumbang menghadapi lawan-lawannya. Sepertinya Indonesia memang butuh Tontowi/Apriyani untuk menjadi opsi baru di ganda campuran.


Referensi:
https://www.bolasport.com/read/311986616/indonesia-masters-2020-mendadak-debut-tontowi-pakai-bantuan-voorijder-demi-bertanding-dengan-apriyani
https://cdn2.tstatic.net/pontianak/foto/bank/images/hasil-drawing-badminton-indonesia-masters-2020.jpg
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3752/daihatsu-indonesia-masters-2020/results/draw/xd
https://id.wikipedia.org/wiki/Liliyana_Natsir




Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...