Tampilkan postingan dengan label Udom Luangphetcharaporn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Udom Luangphetcharaporn. Tampilkan semua postingan

Kunlavut Vitidsarn dan Transisi Junior Ke Senior

Thailand punya talenta beda yang bersinar terang di panggung junior. Kunlavut Vitidsarn sudah mencatatkan diri sebagai juara dunia junior tiga kali berturut-turut. Di kejuaraan dunia Junior 2019 di Kazan, Vitidsarn menundukkan tunggal putra belia Indonesia Bobby Setiabudi di perempat final, lalu menghentikan atlet Indonesia lainnya Yonathan Ramlie di semifinal. Di final Vitidsarn mengkandaskan Christo Popov dari Perancis.



Pelatih Bangthongyord Badminton School, Udom Luangphetcharaporn percaya bahwa Vitidsarn percaya bahwa Vitidsarn punya di level senior. Menurut Udom, Vitidsarn punya kemampuan yang komplet. Kekuatan mental adalah nilai positif lainnya yang dimiliki tunggal putra belia Thailand itu. 

"Keistimewaan permainan Vitidsarn adalah bagaimana dia menyulitkan lawan membaca kemaana pukulannya akan diarahkan", kata Udom. "Dia punya banyak variasi pukulannya dan permainan net. Vitidsarn mampu memainkan pukulan-pukulan sulit".

Tahun depan Udom berencana mematangkan Vitidsarn di BWF world tour. Diperkirakan Vitidsarn membutuhkan waktu satu atau dua bulan untuk bisa kompetitif di level senior. Udom ingin Vitidwarn untuk meningkatkan kecepatannya dan menjaga berat badan.

Transisi Kunlayut Vitidsarn dari junior ke senior agaknya sudah terencana rapi. Buktinya biarpun masih berstatus junior, Vitidwarn ada di peringkat ke 47 ranking dunia BWF, per 22 Oktober 2019. Bandingkan dengan para tunggal putra pelatnas pratama kita yang belum satupun mampu menembus 100 besar.

Kunlavut Vitidsarn tidak ditargetkan mengejar tiket olimpiade Tokyo 2020. Thailand punya lima pebulutangkis senior yang peringkatnya lebih baik, termasuk Kantaphon Wangcharoen di peringkat 12. Jika ingin ke Tokyo, Vitidsarn harus mengejar posisi di 16 besar dunia di bulan April nanti. Hal yang mungkin terlalu sulit, bahkan untuk talenta istimewa seorang juara dunia junior tiga kali.

Artikel ini ditutup dengan rekaman pertandingan Kunlayut Vitidsarn saat mengalahkan Bobby Setiabudi di perempat final kejuaraan dunia junior di Kazan. Vitidsarn dengan kaos kuning, sementara Bobby kaos biru.
















Referensi:
https://bwfbadminton.com/news-single/2019/10/23/a-question-of-control-world-juniors-review/
https://bwfbadminton.com/results/3651/bwf-world-junior-championship-2019/2019-10-13
https://bwfbadminton.com/rankings/?rows=25&page_no=1&country=THA
Foto dari https://www.foxsports.com.my/tachyon/sites/11/2018/12/Kunlavut-Vitidsarn.jpg?w=640
Video dari https://www.youtube.com/watch?v=Hf4sX6_MDGo

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...