Tampilkan postingan dengan label ganda campuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ganda campuran. Tampilkan semua postingan

Hafiz/Gloria Kembali Ke Jalur Olimpiade Pasca Thailand Masters 2020

Seperti umumnya pemerhati bulutangkis Indonesia, saya juga kecewa atas kekalahan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja di final Thailand Masters 2020. Menghadapi pasangan peringkat ke-13 asal Inggris di final, harusnya jadi kesempatan Hafiz/Gloria untuk menambah koleksi gelar juara. Nyatanya mereka malah dikalahkan 16-21 21-13 16-21 oleh Marcus Ellis/Lauren Smith.



Tapi kita harus move on dan tetap mendukung atlet kita. Bagaimanapun juga, menjadi finalis turnamen BWF World Tour 300 bukan pencapaian yang buruk. Apalagi prestasi ini membawa Hafiz/Gloria untuk sementara kembali ke jalur kelolosan olimpiade 2020.

Posisi Hafiz/Gloria ini cukup unik. Dengan adanya rekan senegara Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang punya peringkat lebih baik, Hafiz Gloria cuma punya dua opsi untuk lolos ke olimpiade Tokyo.  Pilihan pertama, melewati peringkat Praveen/Melati, yang saat ini ada di ranking ke-4 kualifikasi olimpiade. Opsi lainnya adalah berada di delapan besar kualifikasi olimpiade saat akhir masa kualifikasi 26 April nanti.

Dibanding berusaha melewati Praveen/Melatu yang selisih poinnya cukup jauh, satu tempat di delapan besar jadi opsi yang lebih realistis bagi Hafiz/Gloria. Menjelang Thailand Masters, Hafiz Gloria terlempar dari delapan besar. Posisi tersebut saat itu ditempati oleh Tang Chun Man/Tse Ying Suet dari Hongkong.

Pencapaian sebagai finalis Thailand Masters membawa Haviz/Gloria kembali ke delapan besar. Pencapaiannya lebih baik dari sejumlah saingan, seperti Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie yang mencapai perempat final, atau Tang Chun Man/Tse Ying Suet di 16 besar. Sang juara, $1 tentu saja mendapat poin lebih besar dan mulai mendekat mengancam posisi Hafiz/Faisal di delapan besar.

Tabel berikut menunjukkan persaingan menuju posisi kedelapan di kualifikasi Olimpiade setelah Thailand Masters 2020. Data disini berdasarkan pada perhitungan poin dan peringkat yang digunakan BWF, walaupun bukan hasil resmi. BWF baru akan merilis peringkat baru besok 26 Januari 2020.

Nama Prestasi Poin Sebelumnya Poin Diraih Poin Sekarang
Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja Juara 57421 5950 59051
Tang Chun Man/Tse Ying Suet 16 besar 57816 2750 57816
Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie perempatfinal 55492 3850 55742
Chris Adcock/Gabrielle Adcock
53252
53252
Marcus Ellis/Lauren Smith juara 50048 7000 54018

Masih ada tujuh turnamen BWF World Tour lagi sebelum berakhirnya kualifikasi olimpiade. Hafiz/Gloria harus berjuang keras untuk bertahan di delapan besar dunia dan lolos ke olimpiade Tokyo 2020.

Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2020/4?rows=25&page_no=1&player1_id=12557&player2_id=81702
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2019/12?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/13/race-to-tokyo-bwf-olympic-qualification/81/mixed-doubles/2020/4/?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/45/?rows=50&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/6/men-s-singles/2019/45?rows=50&page_no=1&player1_id=81561
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3350/princess-sirivannavari-thailand-masters-2019/results/draw/ms
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2019/12?rows=25&page_no=1
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3688/princess-sirivannavari-thailand-masters-2020/results/draw/xd
https://en.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2020_Summer_Olympics_%E2%80%93_Qualification
https://japanesestation.com/wp-content/uploads/2019/04/https___hypebeast.com_image_2019_04_2020-tokyo-olympics-schedule-released-1.jpg

Mempertanyakan Tontowi/Apriyani

Kabar bahwa Tontowi Ahmad berganti pasangan ganda campuran adalah hal positif. Sejumlah pihak percaya kalau Tontowi punya kualitas yang sudah terbukti, yang akan bisa dioptimalkan dengan pasangan yang tepat. Jika mendapat pasangan yang mumpuni, mungkin Tonthowi bisa mengejar prestasi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.



Langkah ini bisa jadi juga menguntungkan bagi Apriyani Rahayu. Dengan ketatnya persaingan di ganda putri dunia saat ini, seperti ada batasan tembok prestasi yang membatasinya. Secara umum, prestasi Indonesia di ganda campuran lebih baik dari ganda putri. Berarti dengan pasangan berkelas seperti Tontowi, Apriyani bisa mengincar prestasi di gandam campuran.

Tapi ada masalah terkait peringkat Apriyani sebagai "pemula" di ganda campuran. Walaupun sebagai peringkat ke-8 ganda putri dunia, Apriyani sudah lama tidak tampil di laga kompetitif untuk ganda campuran. Walaupun Tontowi ada di peringkat 16, peringkat pasangan Tontowi/Apriyani tetap saja drop.

Terkait masalah peringkat ini, sepertinya Tontowi/Apriyani tidak bisa tampil di ajang-ajang BWF World Tour awal tahun, seperti Malaysia Masters dan Indonesia Masters. Sebuah ajang BWF World Tour umumnya diikuti 32 peserta. Artinya untuk amannya mengikuti ajang BWF World Tour, pasangan Tontawi dan Apriyani perlu ada di 32 besar dunia. Di Thailand Masters 2020 misalnya, status mereka masih di daftar tunggu.

Singkatnya Tontawi/Apriyani perlu menaikkan peringkatnya agar bisa berkompetisi di ajang-ajang paling bergensi. Walaupun belum bisa bermain di BWF World Tour, mungkin mereka masih bisa berlaga di kategori yang lebih rendah, yaitu turnamen kategori international challenge atau international series. Setelah beberapa bulan, diharapkan mereka sudah bisa mendongkrak  peringkat, sehingga layak berlaga di turnamen-turnamen kategori tertinggi, BWF World Tour.

Ada masalah dengan hal ini. Sementara Tontowi/Apriyani masih belum teruji, Apriyani saat ini juga punya komitmen di ganda putri. Bersama Greysia Polii, mereka adalah pasangan ganda putri terbaik Indonesia. Jika harus memilih prioritas, Greysia/Apriyani seharusnya lebih diprioritaskan dari Tontowi/Apriyani.

Misalnya, Greysia/Apriyani adalah ganda putri andalan Indonesia untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2019. Secara matematis mereka bisa saja dilewati oleh pemain-pemain lain, bahkan oleh ganda putri Indonesia lainnya. Masih banyak ajang BWF World Tour lagi sampai akhir masa kualifiasi Olimpiade di April nanti.

Bukan hal yang aneh jika seorang pemain ganda putri harus bermain juga di ganda campuran. Yang sulit adalah jika Apriyani harus berkompetisi di ajang-ajang BWF World Tour bersama Greysia Polii, dan harus berpasangan juga dengan Tontowi di ajang-ajang International Challenge. Apalagi jika tujuan untuk menaikkan peringkat Tontowi/Apriyani ternyata makan waktu lama.

Seandainya PBSI sudah mantap bahwa program Tontawi/Apriyani harus jalan terus, saya harap tidak dilakukan dengan tergesa-gesa sehingga mengganggu hal penting lainnya.


Daftar Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2019/53/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://palu.tribunnews.com/2019/12/30/sudah-didaftarkan-pbsi-debut-tontowiapriyani-tertunda-di-tiga-turnamen-awal-2020-karena-alasan-ini
https://bwfbadminton.com/player/81462/apriyani-rahayu
https://palu.tribunnews.com/2019/12/31/hasil-drawing-thailand-masters-2020-debut-perdana-leodaniel-tontowiapriyani-di-daftar-tunggu

https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x465/photo/bolasport/medium_ed1809a4e63cb7abc390895205629180.jpg


Atlet Perempuan Makin Ofensif Di Ganda Campuran

Atlet perempuan bukan sekedar "pelengkap" dalam sebuah ganda campuran, yang bertugas membantu pasangannya. Atlet perempuan harus bermain lebih proaktif untuk menjadi orang memenangkan poin. Demikianlah kira-kira pandangan dari Zhao Yunlei, saat berbicara di konferensi pelatih dunia 2019 di Basel, Swiss.



Dilihat dari prestasinya masih aktif menjadi, Zhao Yunlei boleh dibilang seorang legenda. Zhao memenangkan dua medali emas di Olimpiade 2012 di London, untuk sektor ganda putri dan ganda campuran. Zhao memenangkan tiga kejuaraan dunia di sektor ganda campuran (2011, 2014, 2015) dan dua kali menjadi juara dunia ganda putri (2014, 2015). Koleksi gelarnya dilengkapi dengan trofi piala Uber 2012, 2014, 2016 dan piala Sudirman 2011, 2013, 2015.

Umumnya dalam ganda campuran, atlet pria cenderung berada di lapangan belakang, sementara atlet perempuan lebih ke depan. Menurut Zhao, kemampuan atlet perempuan di bermain dalam tempo tinggi dapat menjadi faktor yang menentukan. Mereka dapat bermain lebih agresif dan menjadi pemain yang berbahaya di lapangan bagian depan.

Kecepatan, menurut Zhao, adalah faktor penting agar atlet perempuan bisa mendominasi lapangan bagian depan tersebut. Pendekatan inilah yang banyak dipakai Cina. Tapi tidak berarti pukulan harus selalu keras. Variasi dan pengaturan tempo juga harus dikuasai.

Kehandalan didepan net juga merupakan modal berharga bagi atlet perempuan ganda campuran. Zhao menekankan bahwa kepala raket harus selalu ada di atas. Kebiasaan bermain net dengan posisi kepala raket dibawah adalah hal yang salah bagi Zhao. Salah satu prinsip yang diajarkan Zhao adalah memukul bola sesegera mungkin sebelum bolanya menukik.

Daftar Referensi:
https://bwfbadminton.com/news-single/2019/10/01/to-finish-not-just-assist-zhao-yunlei-on-female-role-in-mixed-doubles/
https://en.wikipedia.org/wiki/Zhao_Yunlei
https://bwfworldcoachingconference2019.org/wp-content/uploads/2019/01/cropped-WorldCoachingConference_2019_Logo-01.png


Praveen/Melati Merengkuh Gelar Kedua Di French Open 2019

Praveen/Melati melanjutkan kejayaan mereka di Eropa bulan Oktober ini. Usai menjuarai Danish Open pekan lalu, kali ini Praveen/Melati meraih sukses serupa di France Open. Di final tanggal 27 Oktober 2019, mereka menundukkan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dengan skor 22-24 21-16 21-12.




Pasangan Praveen/Melati memang mencatatkan kemajuan pesat tahun 2019 ini. Di awal tahun, berdasarkan peringkat tanggal 2 Januari 2019, Praveen Melati masih menempati posisi ke-15 dunia. Saat ini, berdasarkan peringkat tanggal 22 Oktober 2019, mereka sudah berada di peringkat kelima. artinya, Praveen/Melati melesat 10 peringkat dalam waktu kurang dari 10 bulan.

Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti sebenarnya tergolong "pasangan baru". Mulai berkompetisi di awal tahun 2018, mereka cepat menggebrak lolos ke final India Open 2018. Setelah itu cukup "tersendat", hanya sekali menembus semifinal sampai akhir 1998, yaitu di Korea Open 2018. Total mereka mencatatkan 28 kemenangan dan 18 kekalahan tahun 2018.

Di tahun 2019, Praveen/Melati menunjukkan peningkatan prestasi. Mereka lolos ke final di empat turnamen BWF World Tour, yaitu India Open, New Zealand Open, Australia Open dan Japan Open. Gelar juara di Danish Open pekan lalu adalah yang pertama bagi mereka, dan mereka segera menambah koleksi dengan gelar kedua di French Open 2019. Sampai saat ini mereka mencatatkan 39 kemenangan dan 17 kekalahan di tahun 2019.

Berikutnya Praveen/Melati bertolak ke negeri tirai bambu. Mereka dijadwalkan akan mengikuti Macau Open, disusul China Open dan Hong Kong Open.









Referensi:
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/3368/yonex-french-open-2019/results/2019-10-27
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2019/1?rows=25&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/10/mixed-doubles/2019/43?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2010
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2011
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2012
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2013
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2014
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2015
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2016
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2017
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2018
https://bwfbadminton.com/player/89916/praveen-jordan/tournament-results/?year=2019
https://en.parisinfo.com/var/otcp/sites/images/node_43/node_51/node_534/logo-yonex-internationaux-de-france-de-badminton-%7C-630x405-%7C-%C2%A9-dr/15920551-1-fre-FR/Logo-Yonex-internationaux-de-France-de-badminton-%7C-630x405-%7C-%C2%A9-DR.jpg

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...