Tampilkan postingan dengan label pelatnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelatnas. Tampilkan semua postingan

Menanti Promosi/Degradasi Menuju Pelatnas 2020

Pelatnas adalah salah satu faktor menentukan prestasi atlet-atlet Indonesia. Atlet-atlet yang dipanggil ke pelatnas mendapat gojlokan keras dari tradisi bulutangkis Indonesia yang sudah level dunia. Saat diturunkan di ajang atau turnamen yang sebenarnya, diharapkan atlet tersebut dapat membayarnya dengan prestasi.




Status sebagai atlet pelatnas tidak bisa membuat atlet tersebut berleha-leha. Ada tuntutan prestasi untuk dicapai agar atlet tersebut bisa bertahan di pelatnas. Ada sistem promosi dan degradasi, yang berarti pemain yang kurang berprestasi atau kurang berkembang harus keluar pelatnas, dan pemain lain yang berpotensi. 

Ketua bidang pembinaan dan prestasi PSSI, Susi Susanti menyebutkan 20 atlet akan didegradasi dan harus keluar dari pelatnas. Saat ini atlet pelatnas sebanyak 96 orang, terbagi atas pelatnas senior dan pratama. Ada sejumlah atlet yang berstatus prioritas lolos ke Olimpiade, ada juga yang berstatus magang.

Penulis berharap proses promosi dan degradasi ini berlangsung objektif. Perhatian lebih harus diberikan pada sektor tunggal putri dan ganda putri yang saat ini prestasinya kurang menggembirakan. Mungkin kehadiran nama-nama baru yang potensial akan memberi lebih opsi banyak opsi kedepannya.

Penulis juga berharap pelatnas dari memanajemen transisi pemain junior ke senior. Terutama para pemain junior kita yang telah membuktikan mampu merebut gelar juara Suhandinata Cup 2019, atau pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang sukses menjadi juara dunia junior sektor ganda putra.



Daftar Referensi:

https://cdn2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/20170808-pbsi_20170808_123513.jpg

Siaran Langsung Kejuaraan Nasional 2019 di TVRI

Apa arti sebuah kejurnas di negara Indonesia yang bulutangkisnya berprestasi dunia? Bukankah para pemain terbaik kita absen untuk mempersiapkan diri ke putaran final BWF World Tour di Guangzhou? Bukankah para pemain terbaik berikutnya akan berlaga di Sea Games Manila membela reputasi bulutangkis Indonesia di ajang Asia Tenggara?


Pihak PBSI mengaitkan hal ini dengan promosi dan degradasi pelatnas. Prestasi di kejurnas ini menjadi bagian penilaian siapa pemain-pemain yang harus angkat kaki dari pelatnas. Sebaliknya muka-muka baru yang berprestasi dan berpotensi mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan pelatnas.

Kejuaraan nasional bulutangkis ini berlangsung 24-28 November 2019. Lokasi pertandingan di GOR Dempo Jakabaring dan GOR Ranau Jakabaring. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memberi tanggapan positif atas berlangsungnya kejurnas ini di daerahnya.

Secara pribadi, saya berharap ada pemain muda yang mencuat dari ajang ini dan melewati para seniornya. Khususnya di sektor tunggal putri dan ganda putri yang prestasinya di level dunia masih kurang menggembirakan. Tentu saja para pemain senior tidak akan menyerah begitu saja karena merekapun ingin mencicipi prestasi setinggi mungkin.

Kejurnas 2019 disiarkan langsung oleh TVRI 26-28 November 2019. Pada 26 November siaran langsung akan dimulai jam 09:00, sementara di 27 dan 28 November siaran dimulai jam 13:00.



Daftar Referensi:
https://bola.kompas.com/read/2019/11/19/13400058/kegiatan-eksibisi-pebulu-tangkis-top-indonesia-di-kejurnas-pbsi-2019?page=all
https://tirto.id/tvri-tayangkan-langsung-kejurnas-pbsi-2019-mulai-26-november-emfx
https://www.djarumbadminton.com/nasional/berita/read/kejurnas-pbsi-ajang-promosi-dan-degradasi-pelatnas/
Foto dari https://cdn2.vectorstock.com/i/1000x1000/83/01/old-tv-vector-1098301.jpg



Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...