Tampilkan postingan dengan label rekor menang kalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rekor menang kalah. Tampilkan semua postingan

Memaknai Rekor Menang-Kalah

Berikut ini adalah rekor menang-kalah dari 10 tunggal putri terbaik Indonesia. Disini yang ditampilkan adalah hasil pertandingan yang berlangsung tahun 2019. Data berasal dari halaman masing-masing pemain dari situs bwfbadminton.com



Mungkin masih agak sulit mengambil insight dari data diatas.  Akan lebih mudah dimengerti jika datanya ditransformasi ke bentuk prosentase kemenangan. Normalisasi seperti ini memungkinkan kita untuk membandingkan data setiap baris dengan "adil".

Nama Menang Kalah %
Gregoria Mariska Tunjung 13 21 38.24
Fitriani 18 22 45.00
Ruselli Hartawan 19 17 52.78
Lyanny Alessandra Mainaky 3 18 14.29
Yulia Yosephin Susanto 9 14 39.13
Choirunnisa Choirunnisa 12 12 50.00
Sri Fatmawati 17 4 80.95
Aurum Oktavia Winata 8 10 44.44
Ghaida Nurul Ghaniyu 20 3 86.96
Bening Sri Rahayu 8 8 50.00

Untuk memaknai prosentase itu, disini kita melakukan penyederhanaan dalam upaya mencari insight dari data tersebut. Kita asumsikan bahwa semua turnamen bulutangkis memakai sistem gugur. Setiap turnamen dianggap diikuti oleh 32 wakil. Untuk bisa menjadi juara, dibutuhkan lima kemenangan.

Dengan begini kita sudah punya semacam tolok ukur penilaian prestasi pemain dari rekor menang-kalah. Misalnya jika diverifikasi, Gregoria Mariska Tunjung dengan prosentase kemenangan 38.24%, berdasarkan tabel diatas, kesulitan melewati babak pertama. Pada kenyataannya, Gregoria tahun ini 10 kali kandas di pertandingan pertama.

Tapi harus diingat bahwa tidak semua turnamen itu sama. Ada beberapa tingkatan turnamen di bulutangkis dunia. Dengan rekor kemenangan kurang mengesankan, Gregoria tetap menjadi yang terbaik di Indonesia karena turnamen yang diikutinya memang level atas. Sementara Ghaida Nurul Ghaniyu yang prosentase kemenangannya tahun 2019 diatas 80% punya peringkat jauh dibawah Gregoria karena Ghaida memang berjaya di turnamen-turnamen yang kurang bergengsi.

Dengan demikian, pendekatan yang lebih fair adalah melakukan analisis berdasarkan prosentase menang kalah di masing-masing level turnamen.



Daftar Referensi:
https://www.thestar.com.my/sport/badminton/2019/12/09/kisona-completes-fairytale-run-to-claim-gold-in-womens-singles
https://www.malaysiakini.com/news/503018
https://www.thestar.com.my/sport/badminton/2019/12/10/watch-me-roar--and-cry#cxrecs_s
https://www.hakimgaris.com/2019/12/ruselli-hartawan-vs-kryptonite.html
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/50/?rows=100&page_no=1
https://bwfbadminton.com/player/64080/airah-mae-nicole-albo
https://bwfbadminton.com/player/92014/kisona-selvaduray
https://sport.tempo.co/read/1279053/tim-putri-bulu-tangkis-indonesia-vs-thailand-di-final-sea-games
https://sports.okezone.com/read/2019/12/07/40/2139220/gregoria-akui-tampil-buruk-saat-hadapi-wakil-malaysia-di-sea-games-2019
https://static1.mansionglobal.com/production/media/article-images/346cc28dbd5a1250cb248c9b5196eb6c/large_GettyImages-1091070108.jpg 

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...