Tampilkan postingan dengan label tunggal putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tunggal putri. Tampilkan semua postingan

PBSI Mulai Mengorbitkan Putri Kusumawardani?

Dalam persiapan menghadapi kejuaraan Asia Beregu 2020, ada seebuah perkembangan menarik di tim Indonesia. Atlet tunggal putri Fitriani yang biasanya bertindak sebagai tunggal kedua kali ini tak diiikutkan. Kesempatan diberikan pada juniornya, Putri Kusuma Wardani.


Hal yang tidak mengherankan jika melihat prestasi tunggal putri kita di tiga event BWF World Tour sepanjang bulan Januari. Empat tunggal putri kita total hanya mencatatkan enam kemenangan, berbanding  sepuluh kekalahan. Hasil yang tidak menggembirakan, apalagi jika mengingat dua dari enam kemenangan itu terjadi di babak kualifikasi. 


Nama Menang Kalah Poin
Gregoria Mariska Tunjung 3 3 8290
Ruselli Hartawan 3 3 7490
Fitriani 0 3 6110
Lyanny Alessandra Mainaky 0 1 880

Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan berstatus pemain pelatnas prioritas. Artinya, mereka diharapkan bisa menyapu jatah maksimal dua tiket ke Olimpiade. Terkait kualifikasi Olimpiade ini, Fitriani diturunkan di 23 ajang, Gregoria 21 ajang dan Ruselli 17 ajang. 
Hasilnya tak sesuai harapan. Sepertinya hanya satu diantara mereka bertiga yang akan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Kesimpulannya, sektor tunggal putri memang perlu darah baru. Mungkin sudah saatnya PBSI mulai mengorbitkan tunggal putri baru. Dan agaknya nama yang dipilih PBSI adalah Putri Kusuma Wardani, mantan pemain pelatnas pratama yang tahun ini promosi ke pelatnas utama.

Masalahnya, Putri ini saat ini masih peringkat 273 dunia. Sesudah kejuaraan bulutangkis beregu Asia nanti, Putri masih harus dikirim ke banyak turnamen untuk meningkatkan peringkatnya. Artinya, mungkin kita masih perlu menunggu cukup lama sebelum melihat Putri tampil di kejuaraan level BWF World Tour.

Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/9/hsbc-race-guangzhou/58/women-s-singles/2020/5/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://www.jawapos.com/sports/22/01/2020/fitriani-terdepak-dari-skuad-indonesia-di-kejuaraan-beregu-asia-2020/
https://asset.indosport.com/article/image/q/80/279902/logo_badminton_asia_championships_2019-169.jpg?w=750&h=423
https://bwfbadminton.com/rankings/9/hsbc-race-guangzhou/58/women-s-singles/2019/48?rows=25&page_no=1
https://bwfbadminton.com/rankings/12/notional-rankings-tokyo-2020-olympic-games-qualification/73/women-s-singles/2020/6/?rows=50&page_no=1
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani


Tunggal Putri Myanmar Mengejar Olimpiade

Ada banyak pebulutangkis papan atas di Asia Tenggara, tapi tidak ada yang berasal dari Myanmar. Adalah wajar jika atlet bulutangkis Indonesia, Malaysia dan Thailand berjuang mencapai Olimpiade, karena banyak atlet bulutangkis negara-negara ini yang memiliki prestasi level dunia. Tidak demikian dengan Thet Htar Thuzar, tunggal putri Myanmar yang mengincar satu tempat di Olimpiade Tokyo 2020.


Peringkat Thet Htar Thuzar mungkin tidak mencukupi untuk tampil regular di ajang BWF World Tour. Dia lebih sering bermain di turnamen yang levelnya lebih rendah. Dari sinilah Thet TharThuzar berjuang mengumpulkan poin yang dibutuhkan untuk membawanya ke Tokyo.

Tahun lalu, tunggal putri Myanmar ini mencatatkan prestasi cukup mengesankan. Thet Htar Thuzar memborong gelar juara di Uganda International, Kenya International, Mauritius International, Benin International dan Cote d'Ivoire International 2019. Lima turnamen ini ada di kategori international series.

Semua prestasi itu membawanya ke peringkat 62 dunia, berdasarkan ranking tanggal 7 Januari 2020. Sekilas tidak cukup bagus untuk lolos ke Olimpiade, jika yang lolos adalah 32 pemain tunggal putri. Semua tunggal putri tentunya ingin lolos ke ajang besar empat tahunan ini.

Untungnya, peraturan kualifikasi Olimpiade menguntungkan Thet Htar Thuzar. Setiap negara maksimum hanya bisa meloloskan dua tunggal putri, itupun jika dua tunggal putri itu ada di 16 besar dunia. Untuk negara yang tidak punya tunggal putri di 16 besar dunia, maksimum hanya satu tunggal putri yang bisa lolos.

Tiga tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan semuanya punya peringkat lebih baik dari 
Thet Htar Thuzar. Tapi dilihat dari trend prestasi saat ini, hanya satu tunggal Indonesia Indonesia yang akan lolos. Dua yang lain harus tersingkir.

Hal serupa juga terjadi untuk negara kuat bulutangkis lain seperti China, Jepang,Thailand, Denmark atau Hongkong. Banyak pemain dari negara seperti ini punya peringkat diatas 
Thet Htar Thuzar tapi tak bisa lolos ke Olimpiade. Agaknya BWF memang ingin ada wakil sebanyak mungkin negara yang bisa hadir di Olimpiade Tokyo 2020.

Jika bisa mempertahankan prestasinya, 
Thet Htar Thuzar punya peluang besar untuk lolos ke Tokyo. Saat ini posisinya ada di peringkat 28 kualifikasi Olimpiade.




Referensi:

1. https://bwfbadminton.com/player/62385/thet-htar-thuzar/ranking-history/
2. https://bwfbadminton.com/player/62385/thet-htar-thuzar/tournament-results/?year=2019
3. https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2020/2/?rows=100&page_no=1
4. https://cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2019/04/Tokyo-Olympics_logo-640x394.jpg


Upaya Alternatif Prestasi Di Pelatnas Tunggal Putri 2020

Prestasi tunggal putri Indonesia saat ini tidak menggembirakan. Sea Games 2019 Manila yang lalu bisa menjadi indikasinya. Fitriani selalu kalah dalam tiga partai dimainkannya di beregu putri. Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan gagal meraih medali emas tunggal putri, kandas menghadapi pemain Malaysia yang peringkatnya jauh dibawah mereka: Kisona Selvaduray.

Saat ini Gregoria, Fitriani dan Ruselli masih berstatus "prioritas". Alasannya, mereka sedang diproyeksikan merebut tiket ke olimpiade Tokyo 2019 https://en.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2019_Southeast_Asian_Games_%E2%80%93_Women%27s_team , yang tentunya perlu kita dukung bersama. Tapi setelah olimpiade di Juli-Agustus, seharusnya status "prioritas" mereka berakhir.

Juara nasional 2019 Asty Dwi Widyaningrum dipanggil ke pelatnas 2020. Sebelum kejurnas, Asty memang menyebutkan akan ngotot untuk juara dan bergabung dengan pelatnas. Artinya pelatnas tunggal putri mendapatkaan seorang talenta 19 tahun yang termotivasi untuk berprestasi.

Juara nasional 2019 untuk kelas taruna, Nandini Putri Arumni, juga dipanggil ke pelatnas 2020. Di catatan bwfbadminton.com, barangkali prestasi terbaik tahun lalu Nandini adalah sebagai finalis Jakarta International Series. Bergabung dengan pelatnas diharapkan akan memberi kesempatan lebih banyak bagi Asty dan Nandini untuk menjajal turnamen internasional dan berprestasi.

Bertahan di pelatnas utama bukan hal yang mudah. Diluar ketiga pemain prioritas Gregoria, Fitriani dan Ruselli, hanya Choirunnisa pemain pelatnas senior 2019 yang mampu bertahan masuk pelatnas 2020. Tahun ini prestasi Choirunnisa adalah finalis Iran Fajr International Challenge 2019 dan semifinalis Finnish Open 2019.

Nama Rekor 2019 Peringkat 2018 Poin 2018 Peringkat 2019 Poin 2019
Gregoria Mariska Tunjung 13-21 15 51440 24 43750
Fitriani 18-22 33 36099 28 41064
Ruselli Hartawan 19-17 51 28451 37 34220
Choirunnisa 12-12 130 13700 81 20490
Putri Kusuma Wardani 27-9 189 18400 244 5200
Yasnita Enggira Setyawan 17-9 275 4230 349 2840
Asty Dwi Widyaningrum 5-5 170 9780 229 5610
Nandini Putri Arumni 6-3 709 910 482 1520

Dari pelatnas pratama Putri Kusuma Wardhani promosi ke pelatnas utama. Hal yang cukup mengherankan karena Putri sebenarnya masih "cukup umur" untuk mematangkan diri dulu di level junior. Barangkali hal ini menunjukkan bagaimana sektor tunggal putri kita memang membutuhkan darah baru. Tahun lalu selain perannya membantu Indonesia menjadi juara Suhandinata cup 2019, Putri sukses menjadi juara Jakarta International Series dan finalis Jaya Raya International Grand Prix.

Yasnira Enggira Setiawan adalah nama lain alumni pelatnas pratama yang naik kelas ke pelatnas utama. Tahun lalu prestasi Yasnira adalah sebagai semifinalis Jakarta International Series dan German Junior 2019.



Daftar Referensi:
https://www.hakimgaris.com/2019/12/gregoria-vs-fitriani-vs-ruselli-memperebutkan-tiket-olimpiade-2020.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2019_Southeast_Asian_Games_%E2%80%93_Women%27s_team
https://www.djarumbadminton.com/nasional/berita/read/kejurnas-pbsi-asty-siapa-sih-yang-nggak-mau-ke-pelatnas/
https://www.suara.com/sport/2019/11/29/031000/nandini-kantongi-tiket-ke-pelatnas-berikut-daftar-juara-kejurnas-pbsi-2019
https://bwfbadminton.com/player/74788/asty-dwi-widyaningrum
https://bwfbadminton.com/player/74788/asty-dwi-widyaningrum/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/71458/nandini-putri-arumni
https://bwfbadminton.com/player/74788/nandini-putri-arumni/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/98727/choirunnisa-choirunnisa
https://bwfbadminton.com/player/98727/choirunnisa-choirunnisa/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani/tournament-results/
https://bwfbadminton.com/player/85154/yasnita-enggira-setiawan
https://bwfbadminton.com/player/85154/yasnita-enggira-setiawan/tournament-results
https://m.badmintonindonesia.org/Assets/image/logo-pbsi.png


Gregoria vs Fitriani vs Ruselli Memperebutkan Tiket Olimpiade 2020

Sebagai negara kuat bulutangkis, wajar jika Indonesia ingin mengirimkan banyak wakil sebanyak-banyaknya di olimpiade Tokyo 2020. Setiap negara maksimal mengirim 10 wakil, masing-masing 2 wakil di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Untuk keperluan itu, PBSI menetapkan sejumlah pemain prioritas di pelatnas, yang ditargetkan untuk lolos kualifikasi Olimpiade 2020.



Untuk tunggal putri, ada tiga pemain yang mendapat label prioritas: Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani dan Ruselli Hartawan. Saat ini prestasi tunggal putri Indonesia di pentas dunia kurang menggembirakan. Mungkin PBSI menugaskan tiga pemain berlabel prioritas agar mereka termotivasi berkompetisi untuk memperebutkan maksimum dua tiket ke Olimpiade Tokyo.

Untuk mengirimkan seorang wakil ke tunggal puteri olimpiade 2020, suatu negara perlu memiliki pemain di 32 besar peringkat dunia per 30 April 2020. Untuk mengirimkan dua wakil, syaratnya jauh lebih berat  Negara tersebut harus memiliki dua pemain di 16 besar dunia.

Akhir 2019, ketiga tunggal putri prioritas kita masih diluar 16 besar. Kemungkinan besar Indonesia hanya akan diwakili seorang tunggal putri di Tokyo tahun depan. Gregoria, Fitriani dan Ruselli mau tak mau dalam posisi bersaing memperebutkan satu tempat itu.

Nama
Rekor 2019
Ranking 2018
Poin 2018
Ranking 2019
Poin 2019
Gregoria Mariska Tunjung 13-21 15 51440 24 43750
Fitriani 18-22 33 36099 28 41064
Ruselli Hartawan 19-17 51 28451 37 34220

Perkembangan Gregoria Mariska Tunjung tidak begitu gemilang di tahun 2019. Walaupun begitu, dalam hal peringkat dunia tetap lebih baik dari Ruselli atau Fitriani. Prestasi terbaik Gregoria tahun ini adalah peruempat finalis New Zealand Open, Chinese Taipeh Open dan Korea Open.



Fitriani adalah satu-satunya yang berhasil memenangkan gelar juara satu BWF world tour tahun ini, yaitu Thailand Masters 2020. Sayangnya kejuaraan yang berlangsung Januari 2019 itu tidak termasuk perhitungan kualifikasi olimpiade. Saat ini jarak poin dengan Gregoria terpaut cukup jauh, 7000$1 poin.


Ruselli Hartawan menunjukkan grafik prestasi yang cenderung menanjak. empat kali mencapai perempat final dari lima ajang BWF World Tour yang diikutinya. Ruselli adalah juga peraih medali perak Sea Games 2019. Jika masih ingin lolos ke olimpiade, Ruselli setidaknya harus mempertahankan performanya saat ini.

Gregoria Mariska Tunjung Fitriani Ruselli Hartawan
16 besar kejuaraan dunia 2019 5200 QF Thailand Open 2019 5040 QF Hongkong Open 2019 5040
Sudirman Cup 2019 5170 16 besar French Open 4320 QF Macao Open 2019 3850
QF Korea Open 2019 5040 Sudirman Cup 2019 3854 QF Indonesia Master 2019 3030
16 besar Indonesia Open 2019 4800 QF Chinese Taipei Open 2019 3850 QF Akita Master 2019 3030
16 besar Fuzhou China Open 2019 4320 16 besar Korea Open 2019 3600 Babak 1 Indonesia Open 2019 3000
16 besar Japan Open 2019 4320 Babak 1 kejuaraan dunia 2019 3200 16 besar New Zealand Open 2019 2750
QF New Zealand Open 2019 3850 Babak 1 Indonesia Open 2019 3000 16 besar Chinese Taipei Open 2019 2750
QF Chinese Taipei Open 2019 3850 Babak 1 China Open 2019 3000 Babak 1 Thailand Open 2019 2220
Babak 1 China Open 3000 16 besar New Zealand Open 2019 2750 Babak 1 Australia Open 2019 1670
Babak 1 French Open 2660 Babak 1 Fuzhou China Open 2660


42210
35274
27340

Masih banyak ajang BWF World Tour yang akan dalam empat bulan mendatang. Gregoria, Fitriani dan Ruselli harus menampilkan yang terbaik jika ingin lolos ke Olimpiade. Salah satu yang menarik tentu saja saat mereka bertiga berlomba di hadapan pendukung sendiri di Indonesia Masters 14-19 Januari 2020. 




Daftar Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2018/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://en.wikipedia.org/wiki/Badminton_at_the_2020_Summer_Olympics_%E2%80%93_Qualification
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2018/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/51/?rows=25&page_no=1&country=INA
https://bwfbadminton.com/player/83802/gregoria-mariska-tunjung
https://bwfbadminton.com/player/96892/fitriani-fitriani
https://bwfbadminton.com/player/81986/ruselli-hartawan
https://bwfbadminton.com/rankings/13/race-to-tokyo-bwf-olympic-qualification/78/women-s-singles/2019/51/?rows=25&page_no=1&country=INA


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/1/1d/2020_Summer_Olympics_logo_new.svg/153px-2020_Summer_Olympics_logo_new.svg.png

Ghaida Nurul Ghaniyu dan Hattrick Juara di Benua Amerika

Pencarian di internet tentang tunggal putri Indonesia yang meraih gelar juara tahun ini menghasilkan nama Ghaida Nurul Ghaniyu. Tak tanggung-tanggung, Ghaida tahun ini menjadi kampiun di tiga turnamen. Hal yang tidak banyak diketahui karena ketiga turnamen itu berlangsung di benua Amerika.


Untuk sektor tunggal putri Ghaida Nurul Rahayu tampil di 7 turnamen tahun ini. Rekornya tahun 2019 adalah 21 kemenangan berbanding 4 kekalahan. Ghaida sukses menjadi juara di Peru International 2019, X International Mexicano 2019 dan VI Guatemala International Series.

Dilihat dari turnamen-turnamen yang diikuti Ghaida memang kurang bergengsi. Kebanyakan adalah kejuaraan level International Series dan Future Series, bisa dibilang kasta keempat dan kelima dari turnamen-turnamen perseorangan BWF. Tak heran hasil gemilang tahun ini "hanya" membawanya ke peringkat 158 dunia.

Ghaida Nurul Rahayu yang kelahiran tahun 1998 ini adalah didikan PB Djarum. Pemain kelahiran 1998 ini sudah bergabung dengan PB Djarum sejak tahun 2011. Setelah berkiprah di berbagai kejuaraan, akhirnya Ghaida dipanggil bergabung ke pelatnas Pratama tahun 2017.

Sepanjang tahun 2017 itu, rekor penampilan Ghaida kurang menggembiarakan. Dari lima kejuaraan yang diikutinya tahun itu, Ghaida mencatatkan 7 kemenangan dan 5 kekalahan. Mungkin hal itu adalah salah satu alasan Ghaida dicoret dari pelatnas 2018.

Hingga prestasi Ghaida kembali mencuat lewat kejayaan di tahun ini. Ghaida Nurul Rahayu sekarang sudah lebih matang dan lebih berpengalaman dan sudah mulai mencicipi kejayaan. Usianya juga baru 21 tahun, masih bisa diharapkan meningkatkan prestasi.

Untuk penggemar bulutangkis tanah air yang penasaran, Ghaida Nurul Rahayu diberitakan akan tampil di Indonesia Masters 2020 pada 14-20 Desember 2020 di Istora Senayan Jakarta. Tantangan yang cukup berat bagi Ghaida karena adalah sebuah kejuaraan BWF World Tour Super 500. Lawan-lawan yang akan dihadapinya jelas lebih sulit daripada yang ditemuinya di Peru, Guatemala atau Mexico.


Daftar Referensi:
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/51?rows=25&page_no=1&player1_id=81986
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/51?rows=25&page_no=1&country=INA
https://www.pbdjarum.org/profil/pemain/g/7f3fcbc73a689d34b4/ghaida-nurul-ghaniyu#gref
https://sport.tempo.co/read/1045589/pbsi-pulangkan-15-atlet-pelatnas-bulu-tangkis-ke-klub
https://m.tribunnews.com/amp/sport/2017/01/04/pbsi-umumkan-barisan-pelatih-dan-pemain-pelatnas-cipayung-musim-2017?page=2
https://republika.co.id/berita/nhef1y/pbsi-umumkan-atlet-penghuni-pelatnas-cipayung
https://www.bola.com/ragam/read/2392597/pbsi-degradasi-10-atlet-pelatnas-cipayung
https://www.indosport.com/raket/amp/20191206/skuat-resmi-indonesia-di-indonesia-masters-2019-ada-kevin-marcus
https://scontent-amt2-1.cdninstagram.com/v/t51.2885-15/e35/p1080x1080/66416641_2034718426836385_8459344897237841702_n.jpg?_nc_ht=scontent-amt2-1.cdninstagram.com&oh=6e809e29b43bd3e2160593ecf5294b93&oe=5E020BDA&ig_cache_key=MjA4NzIxODcyNDU5NTQ0MjM5Mw%3D%3D.2


Fenomena Kisona di Manila

Fairy tale. Demikianlah menurut situs Malaysia, thestar.com.my. Keberhasilan Kisona Selvaduraj yang 'hanya' peringkat 104 dunia untuk merebut medali emas tunggal putri mungkin adalah hal yang paling fenomenal di bulutangkis Sea Games 2019. Atlet Malaysia melaju ke puncak lewat serangkaian kemenangan menghadapi lawan-lawan dengan peringkat jauh lebih tinggi.



Nilai fairy tale ini makin kentara karena rekannya Lee Zii Jia juga sukses meraih medali emas tunggal putra. Untuk pertama kalinya dalam 46 tahun, Malaysia menyapu medali emas untuk tunggal putra dan tunggal putri Sea Games. Pencapaian yang membanggakan, sekalipun dengan catatan bahwa para atlet tunggal terbaik Asia Tenggara memilih absen, yaitu Jonathan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Ratchanok Intanon dan Busanan Ongbarumphan.

Berikut ini kita simak perjalanan Kisona ke tangga juara dengan menghadapi para pemain yang peringkatnya lebih baik.

Kisona Selvaduray (Malaysia) #104
vs
Airah Mae Nicole 
Albo (Filifina) #327
18-21 21-10 21-15 
Kisona Selvaduray (Malaysia) #104
vs
Gregoria Mariska 
Tunjung (Indonesia) #24 
19-21 21-12 21-19
Kisona Selvaduray (Malaysia) #104
vs
Nitchaon Jindapol
(Thailand) #22
11-21 27-25 21-14
Kisona Selvaduray (Malaysia) $104
vs
Ruselli Hartawan 
(Indonesia) #37
20-22 21-14 21-13

Patut dicatat bahwa Kisona juga punya catatan kekalahan di Sea Games 2019 ini. Dalam semifinal partai beregu putri Thailand vs Malaysia, Kisona harus menyerah Busanan Ombarungphan 15-21 21-11 21-12. Artinya, Kisona memang juara Sea Games Manila, tapi belum bisa menyebut dirinya sebagai yang terbaik di Asia Tenggara. Busanan Ombarungphan sendiri absen dari ajang perseorangan tunggal putri Sea Games untuk berkonsentrasi ke BWF World Finals di Guangzhou.

Kualitas yang sangat mengagumkan dari Kosina Selvaduray adalah kekuatan mentalnya. Saat perempat final melawan Gregoria, tunggal putri terbaik Indonesia sudah unggul 10-2 di set ketiga. Nyatanya Kisona mampu membalikkan keadaan untuk berbalik unggul 21-19. Begitupun saat melawan Nitchaon Jindapol di semifinal, kalah di ronde pertama, Kisona harus berjuang dalam rangkaian deuce yang panjang di set kedua. Hasil akhirnya, Kisona kembali meraih kemenangan.

Catatan: menjelang final menghadapi Ruselli Hartawan, situs ini sudah "memprediksi" kalau Kisona lebih diunggulkan meraih medali emas Sea Games walaupun peringkatnya berbeda jauh.


Daftar Referensi:
https://www.thestar.com.my/sport/badminton/2019/12/09/kisona-completes-fairytale-run-to-claim-gold-in-womens-singles
https://www.malaysiakini.com/news/503018
https://www.thestar.com.my/sport/badminton/2019/12/10/watch-me-roar--and-cry#cxrecs_s
https://www.hakimgaris.com/2019/12/ruselli-hartawan-vs-kryptonite.html
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/50/?rows=100&page_no=1
https://bwfbadminton.com/player/64080/airah-mae-nicole-albo
https://bwfbadminton.com/player/92014/kisona-selvaduray
https://sport.tempo.co/read/1279053/tim-putri-bulu-tangkis-indonesia-vs-thailand-di-final-sea-games
https://sports.okezone.com/read/2019/12/07/40/2139220/gregoria-akui-tampil-buruk-saat-hadapi-wakil-malaysia-di-sea-games-2019

https://static1.mansionglobal.com/production/media/article-images/346cc28dbd5a1250cb248c9b5196eb6c/large_GettyImages-1091070108.jpg

Ruselli Hartawan vs Kryptonite

Kedua finalis tunggal putri Sea Games 2019 Manila sungguh diluar dugaan. Tadinya, analisis diatas kertas menyebutkan nama-nama seperti Pornpawee Chocuwong(Thailand), Nitchaon Jindapol (Thailand), Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia), Loh Kuan Yew (Singapura) atau Soniia Cheah (Malaysia). Sungguh mengejutkan bahwa semua nama diatas harus tumbang sebelum mencapai partai final.


Finalis pertama, Ruselli Hartawan, tadinya bahkan tidak akan didaftarkan untuk di tunggal putri perseorangan ini. Cederanya rekan setimnya, Fitriani, membuat Ruselli ditunjuk menggantikannya sebagai wakil Indonesia di tunggal putri. Ruselli tidak menyia-nyiakan kesempatan, menghantam tiga lawan untuk melaju ke partai puncak.

Ruselli Hartawan (Indonesia) vs Yeo Jia Min (Singapore) 21-16 22-24 19-9 retired
Ruselli Hartawan (Indonesia) vs Thet Htar Thuzar (Myanmar) 21-11 21-17
Ruselli Hartawan (Indonesia) vs Pornpawee Chochuwong (Thailand) 21-16 10-21 21-18

Finalis lainnya, Kisona Selvaduray, lebih mengejutkan lagi, Pemain berumur 21 tahun ini bahkan tidak ada di 100 besar ranking dunia. Catatan pertandingannya tahun ini menunjukkan bahwa pemain Malaysia ini masih jarang berkompetisi di BWF World Tour. Diantara kejuaraan-kejuaraan kurang bergengsi yang diikutinya, Kisona Selvaduray mampu meraih gelar juara di Sidney International 2019 dan Hellas Open 2019. Laju kemenangan Kisona di Sea Games ini juga sangat mengesankan.

Kisona Selvaduray (Malaysia) vs Airah Mae Nicole Albo (Filifina) 18-21 21-10 21-15
Kisona Selvaduray (Malaysia) vs Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) 19-21 21-12 21-19
Kisona Selvaduray (Malaysia) vs Nitchaon Jindapol (Thailand) 11-21 27-25 21-14

Membahas Ruselli Hartawan menghadapi Kisona Selvaduray, tentunya menarik untuk memprediksi siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Sayangnya, Kisona ini ibarat kryptonite bagi Ruselli. Sebagai pemain yang bisa dibilang seangkatan, mereka sudah bertemu berkali-kali sejak level junior. Hasilnya, dari enam laga antara mereka, lima diantaranya berakhir dengan kekalahan untuk Ruselli.

Ruselli HartawanvsSelvaduray KisonaUber Cup 2018kalah23-21 21-23 13-21
Ruselli HartawanvsSelvaduray KisonaOrleans Masters 2018menang21-10 17-21 21-17
Ruselli HartawanvsSelvaduray KisonaThailand Masters 2018kalah21-16 12-21 14-21
Ruselli HartawanvsSelvaduray KisonaVictor International Series 2017kalah19-21 17-21
Ruselli HartawanvsSelvaduray KisonaBadminton Asia Youth U19 Individual Championship 2013kalah19-21 13-21
Ruselli HartawanvsSelvaduray KisonaBadminton Asia Youth U19 Individual Championship 2012kalah18-21, 23-21, 15-21

Bukan berarti Ruselli tidak punya peluang untuk menang. Ruselli hartawan mencatatkan loncatan prestasi beberapa bulan terakhir, menembus perempat final di turnamen level BWF World Tour seperti Hongkong Open, Macao Open, Indonesian Masters dan Akita Masters. Satu hal yang menjadi keunggulan Ruselli atau Kisona adalah, pengalaman bertanding di level elit.




Daftar Referensi:
https://bwfbadminton.com/player/81986/ruselli-hartawan
https://www.indosport.com/raket/20191204/digantikan-ruselli-fitriani-batal-main-di-perorangan-sea-games-2019
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/49?rows=25&page_no=1&player1_id=81986
https://bwfbadminton.com/player/92014/kisona-selvaduray
https://www.thestar.com.my/sport/badminton/2019/12/08/kisona-stuns-world-no-24-to-storm-into-semi-finals
https://bwfbadminton.com/results/3871/30th-sea-games-2019-individual-event/2019-12-05
https://bwfbadminton.com/results/3871/30th-sea-games-2019-individual-event/2019-12-07
https://bwfbadminton.com/results/3871/30th-sea-games-2019-individual-event/2019-12-08
https://www.bola.com/sea-games/read/4129243/ruselli-hartawan-bertemu-pemain-malaysia-di-final-sea-games-2019

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/75/2019_Southeast_Asian_Games_(30th_SEA_Games).svg/200px-2019_Southeast_Asian_Games_(30th_SEA_Games).svg.png


Tunggal Putri Gagal Berbicara di Indonesia Challenge 2019

Sejujurnya hasil yang diraih para tunggal putri kita di Indonesia Challenge 2019 terbilang mengecewakan. Begitu banyak yang turun bertanding di rumah sendiri, di kejuaraan yang level kompetisinya relatif rendah. Nyatanya hanya tunggal putri kita gagal berbicara banyak.





Prestasi terbaik dari para tunggal putri kita di ajang ini hanya sampai babak kedua. Sektor tunggal putri ini memang masih perlu pembenahan.



Choirunnisa 78 pelatnas utama babak 1 Lee Se Yeon Korea Selatan 21-13 14-21 21-12
Choirunnisa 78 pelatnas utama babak 2 Shiori Saito Jepang 21-12 15-21 10-21
Aurum Oktavia Winata 142 pelatnas utama babak 1 Sim Yu Jin Korea Selatan 12-21 15-21
Bening Sri Rahayu 170 pelatnas utama babak 1 Hung En Tzu China Taipeh 21-13 13-21 14-21
Putri Kusuma Wardani 191 pelatnas pratama babak 1 Natsuki Oie Jepang 11-21 21-18 21-11
Putri Kusuma Wardani 191 pelatnas pratama Babak 2 Kim Na Yeong Korea Selatan 23-25 22-24
Stephanie Widjaja 254 pelatnas pratama babak 1 Mako Urushizaki Jepang 11-21 18-21
Alifia Intan Nurrohkhim 577 pelatnas pratama (magang) kualifikasi Lee Zii Yii Malaysia 16-21 17-21
Aisyah Sativa Fatetani 754 pelatnas pratama (magang) kualifikasi Jia Rong Sito Singapura 21-18 21-19
Aisyah Sativa Fatetani 754 pelatnas pratama (magang) babak 1 Hirari Mizui Jepang 14-21 14-21
Aisha Galuh Maheswari 1042 pelatnas pratama (magang) kualifikasi Gabriela Meilani Moningka Indonesia 15-21 14-21
Sri Fatmawati 139
babak 1 Chua Hui Zen Grace Singapura 21-15 19-21 21-18
Sri Fatmawati 139
babak 2 Jeon Jui Korea Selatan 7-21 12-21
Maharani Sekar Batari 251
babak 1 Dharsinie Vasigaran Malaysia 21-10 22-20
Maharani Sekar Batari 251
babak 2 Vi Trang Vu Vietnam 9-21 21-23
Asti Dwi Widyaningrum 280
babak 1 Insyirah Khan Singapura 21-12 21-6
Asti Dwi Widyaningrum 280
babak 2 Asuka Takahashi Jepang 18-21 21-17 16-21
Gabriela Meilani Moningka 324
kualifikasi Aisha Galuh Maheswari Indonesia 21-15 21-14
Gabriela Meilani Moningka 324
babak 1 Vi Trang Vu Vietnam 19-21 19-21
Jessica Muljati 419
kualifikasi Airah Mae Nicole Albo Filifina 21-19 20-22 16-21
Desima Aqmar Syarafina 426
kualifikasi Kim Na Yeong Korea Selatan 18-21 6-21
Ni Made Pranita Sulistya Devi 749
kualifikasi Insyirah Khan Singapura 21-14 12-21 17-21
Nandini Putri Arumni 901
kualifikasi Rizma Anestasy Violeta Indonesia 21-8 11-21 21-12
Nandini Putri Arumni 901
babak 1 Lee Ying Ying Malaysia 21-8 15-21, 21-15
Nandini Putri Arumni 901
babak 2 Mako Urushizaki Jepang 19-21 13-21
Rizma Anestasy Violeta 901
kualifikasi Nandini Putri Arumni Indonesia 8-21 21-11 12-21
Komang Ayu Cahya Dewi 901
kualifikasi Lee Yu Hsuan China Taipeh 21-6 21-6
Komang Ayu Cahya Dewi 901
babak 1 Shiori Saito Jepang 21-9 15-21 14-21



Daftar Referensi:
https://bwfbadminton.com/results/3637/caffino-indonesia-international-challenge-2019/draw/ws-qualification
https://bwfbadminton.com/results/3637/caffino-indonesia-international-challenge-2019/draw/ws
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/43/?rows=100&page_no=1&country=INA
https://sport.detik.com/raket/d-4371055/ini-dia-96-pemain-pelatnas-bulutangkis-2019
https://situbisa.com/wp-content/uploads/2019/05/Ukuran-Lapangan-Bulu-Tangkis-1.jpg


Kiprah Tunggal Putri Pelatnas Pratama di Kejuaraan Dunia Junior dan Suhandinanata Cup 2019

Suatu yang menarik dari Suhandinata Cup 2019 adalah peran yang cukup besar dari para pemain putri. Saat memenangkan partai final melawan Cina dengan skor 3-1, tiga kemenangan datang dari sektor yang melibatkan atlet perempuan: ganda campuran, tunggal putri dan ganda putri. Secercah harapan diberikan para pemain muda kita disaat prestasi sektor putri di level senior kalah mengkilap dari putra.



Dalam tulisan ini, kita akan coba gali lebih jauh tentang para pemain tunggal putri di pelatnas pratama. Tercatat ada tiga pemain tunggal putri terdaftar di pelatnas pratama, plus tiga pemain magang. Selengkapnya bisa dilihat pada daftar dibawah ini.

Pelatnas Pratama
1. Putri Kusuma Wardhani (PB Exist) 2002 26-8 191
2. Stephanie Widjaja (PB Jaya Raya) 2003 18-9 254
3. Yasnita Enggira Setyawan (PB Exist) 2001 17-9 230

Magang
1. Alifia Intan Nurrokhim (PB Djarum) 2001 9-8 577
2. Aisha Galuh Maheswari (PB Djarum) 2002 12-8 1042
3. Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum) 2002 16-8 754

Terlepas dari status magang atau bukan, empat tunggal putri yang dikirim ke kejuaraan dunia junior 2019 memang yang terbaik yang kita miliki. Saat tulisan ini diunggah, tahun ini Stephanie, Yasnita dan Aisyah punya rasio kemenangan diatas 60%. Putri Kusuma Wardhani bahkan punya rasio kemenangan diatas 75%.

Stephanie Widjaja tampil pada partai pertama piala Suhandinata 2019 melawan Uganda, tapi adalah Putri Kusuma Wardhani yang mencatatkan hasil mengesankan di turnamen ini. Tampil di lima partai, Putri membukukan empat kemenangan dan hanya satu kekalahan atas Phittayaporn Chaiwan dari Thailand. Hasil yang paling mengesankan mungkin adalah kemenangan Putri atas Zhou Meng di partai final melawan Cina. 

Di kejuaraan dunia junior, langkah Putri dan Stephanie sama-sama terhenti di babak perempat final. Putri ditundukkan oleh Riko Gunji (Jepang), sementara Stephanie tidak bisa mengatasi Zhou Meng (China). Di turnamen ini Yasnita kandas di babak 16 besar, sedangkan Aisyah tersingkir di 64 besar.

Jika lolos dari sistem promosi/degradasi, keenam atlet tungggal putri pelatnas pratama ini mungkin bisa dipertahankan di pelatnas pratama untuk tahun 2020. Putri masih 17 tahun, sementara Stephanie bahkan masih 16 tahun. Menurut penulis, sebaiknya tidak perlu buru-buru mengorbitkan mereka ke jalur senior. Biarkan mereka matang lebih dulu di berbagai kompetisi junior.

Saat ini peringkat terbaik diantara mereka dipegang oleh Putri Kusuma Wardani, peringkat 193 dunia. Mungkin Putri bisa mencapai 150 besar dunia dalam setahun ke depan, atau mungkin saja justu Stephanie atau Yasnita yang melejit kedepan.











Referensi:
https://bwfbadminton.com/player/76890/putri-kusuma-wardani
https://bwfbadminton.com/player/87718/stephanie-widjaja
https://bwfbadminton.com/player/85154/yasnita-enggira-setiawan
https://bwfbadminton.com/player/65656/alifia-intan-nurrohkhim
https://bwfbadminton.com/player/99479/aisha-galuh-maheswari
https://bwfbadminton.com/player/77988/aisyah-sativa-fatetani
https://bwfbadminton.com/rankings/2/bwf-world-rankings/7/women-s-singles/2019/42/?rows=50&page_no=1&country=INA
Foto dari https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/b/b3/2019_BWF_World_Junior_Championships_Logo.png

Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...