Badminton Asia Championship 2020 Dipindah Dari Wuhan Ke Manila



Kejuaraan bulutangkis beregu Asia atau Badminton Asia Team championships sudah berlangsung Februari lalu di Manila, Filifina. Tim putra Indonesia berhasil kelar sebagai juara. Tim putri Indonesia kandas di delapan besar, tapi tetap lolos ke putaran final piala Uber 2020 di Denmark.

Sementara kejuaraan bulutangkis Asia untuk perseorangan atau Badminton Asia Championships tadinya akan diselenggarakan di Wuhan, Cina. Mengingat kawasan itu adalah asal penyebaran wabah Covid-19, memang sudah sewajarnya jika lokasi penyelenggaraan Badminton Asia Championships ini dipindah. Turnamen ini akan dilangsungkan di Manila 21-26 April 2020.

Sepertinya ada masalah yang bisa mencuat dari keputusan ini. Sebelumnya pada penyelenggaraan Badminton Asia Team championships, otoritas Filifina menolak memberi visa pada atlet China dan Hongkong. Alasannya karena dalam rangka kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Covid-19.

Saat ini atlet-atlet China sudah kembali aktif berkompetisi, dimulai dari All England beberapa hari lagi. Tentunya mereka tidak ingin keikutsertaan mereka diblok sekali lagi oleh otoritas Filifina.

The Badminton Asia Championships 2020 originally slated to be held in Wuhan, China – epicentre of the COVID-19 outbreak – will now take place in Manila, Philippines from 21-26 April. Apalagi Badminton Asia Championships 2020 berlangsung menjelang berakhirnya kualifikasi olimpiade Tokyo 2020.

Pihak Badminton Asia sebagai otoritas bulutangkis Asia juga tidak ingin kasus itu terjadi lagi. Mereka bekerjasama dengan PBA sebagai otoritas bulutangkis Filifina untuk mengupayakan semua atlet peserta bisa mendapatkan visa masuk Filifina.
Keywords: 

Badminton Asia Championship

Badminton Asia Championship 2020

Kejuaraan Bulutangkis Perseorangan Asia 2020 


Skuad Indonesia Ke All England 2020


Kejuaran bulutangkis All England akan tetap dilangsungkan. Adrian Christie dari Badminton England menyatakan setelah berkordinasi dengan pemerintah Inggris menyatakan turnamen ini jalan terus. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Birmingham 11-15 Maret 2020.

All England adalah turnamen bulutangkis tertua. Inilah adalah turnamen terkenal dan bergengsi. Dahulu All England bahkan sempat dianggap sebagai kejuaraan dunia tidak resmi.

Dengan reputasi seperti itu, tidak heran jika para pemain terbaik dunia berdatangan ke Inggris. Para atlet Cina yang sebelumnya memilih absen dalam kondisi waspada Covid-19 juga akan ikut serta. Tidak akan mudah bagi atlet manapun untuk merebut gelar juara di ajang ini.

Kembalinya atlet Cina berlomba berarti para atlet peringkat satu seperti Chen Yu Fei (tunggal putri), Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (ganda putri) dan Zheng Si Wei/Huang Ya Wiong (ganda campuran). Ganda putra peringkat satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sidomuljo juga ikut serta. Satu-satunya atlet peringkat satu yang absen adalah Kento Momota di tunggal putra.

Berikut ini adalah skuad Indonesia ke All England 2020. Sebagian besar adalah nama-nama yang memang kerap tampil di ajang bergengsi. Muka baru mungkin hanya ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso.


Tunggal putraAnthony Sinisuka Ginting

Jonatan Christie

Shesar Hiren Rhustavito

Tommy Sugiarto
Tunggal putriGregoria Mariska Tunjung
Ganda putraFajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sidomuljo

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso
Ganda putriGreysia Polii/Apriyani Rahayu

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto
Ganda campuranAdnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari


Keywords: 

All England

Jonatan Christie

Anthony Ginting 

Kevin Sanjaya

Marcus/Kevin






German Open Dibatalkan, German Junior International 2020 Jalan Terus


Wabah Covid-19 mulai meresahkan Eropa. Italia menjadi negara benua biru dengan penyebaran paling parah. Dengan situasi ini, tak heran jika sejumlah event olahraga dibatalkan, untuk menghindari konsentrasi banyak orang di suatu tempat.


Hal yang sama juga berlaku untuk bulutangkis. Kejuaraan BWF World Tour German Open 2020 ditunda. Ajang yang sedianya berlangsung di kota Mulheim an der Ruhr ditangguhkan karena rekomendasi dari otoritas kesehatan.

Tapi ternyata tak semua ajang bulutangkis dibatalkan. Ajang German Junior International di Berlin ternyata tetap berlangsung. Saat artikel ini ditulis, turnamen ini sedang akan memasuki babak 16 besar, walaupun ada partai 32 besar yang belum rampung.

Sejumlah pemain pelatnas pratama dikirimkan ke ajang U-19 ini. Turnamen ini adalah ajang ketiga pemain-pemain muda kita tersebut di Eropa. Sebelumnya ada Italia junior 2020 dan Dutch Junior International 2020.

Cukup banyak juga atlet kita yang masih bertahan hingga saat ini diGerman Junior International ini. Selengkapnya bisa dilihat di tabel berikut.

Tunggal putra Sulistio Tegar

Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang

Alvi Wijaya Chairullah
Tunggal putri Aisha Galuh Mahesari

Komang Ayu Cahya Dewi

Saifi Rizka Nurhidayah

Stephanie Widjaja
Ganda putra Asghar Herfanda/Rian Canna Varo

Crissandy Santosa/Enzo Ramadhan Satriyadi

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat
Ganda putri Ester Nurumi Tri Wardoyo/Stephanie Widjaja

Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro

Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Allessya Rose

Melani Mamahit/Tryola Nadia
Ganda campuran Asghar Herfanda/Jesita Putri Miantoro

Crissandy Santosa/Melani Mamahit

Lutfi Ariand/Lanny Tria Mayasari

Muh. Asqar Harianto/Komang Ayu Cahya Dewi

Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil


Keywords: 

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat

Rayhan/Rahmat

Rayhan Rahmat 

Saifi Rizka Nurnidayah

Saifi






Rayhan/Rahmat, Kampiun Ganda Putra Dutch Junior International 2020


Ganda putra adalah sektor andalan Indonesia saat ini. Di level senior kita punya Marcus/Kevin, Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian. Kita juga punya juara dunia junior 2019, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Tahun ini Leo/Daniel sudah dipromosikan ke level senior. Kita butuh andalan baru di level junior, dan saat itulah berita bagus itu muncul. Pasangan Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat berhasil merebut gelar juara ganda putra di Dutch Junior International 2020.

Rayhan/Rahmat mulai akhir tahun lalu ikut pelatnas pratama. Klub yang membina mereka adalah Djarum Kudus. Klub yang sama juga membina Ahsan, Kevin Sanjaya dan Leo/Daniel. 

Saat masih berkompetisi di negeri sendiri tahu lalu, Rayhan/Rahmat mencatatkan prestasi cukup mengesankan. Mereka adalah juara ganda putra kejurnas PBSI 2019 untuk taruna. Artinya, dari segi prestasi, Rayhan/Rahmat memang layak dipanggil ke pelatnas pratama. 

Hebatnya, Rayhan/Rahmat ternyata belum terkalahkan tahun ini. Di Italian Junior 2020, mereka meraih empat kemenangan beruntun untuk bertemu pasangan asal Singapura Eng Keat Wesley Koh/ di semifinal. Partai ini tidak berlangsung karena kejuaraan Italian Junior 2020 keburu dihentikan karena wabah Covid-19 mulai menghantam Italia.

Rayhan/Rahmat tak terbendung di Dutch Junior International 2020. Enamkemenangan beruntun membawanya meraih gelar pertama tahun ini. Di final mereka  menundukkan pasangan Malaysia Junaidi Arif/Haikal Muhammad dengan skor 25-23 24-22.

Kedua atlet ini masih sangat muda. Rahmad masih 16 tahun, sedangkan Rayhan bahkan baru 15 tahun. Sementara kategori junior di bulutangkis adalah U-19.
Keywords: 

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat

Rayhan/Rahmat

Rayhan Rahmat 



Menanti Kebangkitan Jonatan Christie



Jonatan Christie sedang mengalami masa sulit dalam hal bulutangkis. Rekornya untuk tahun 2020 sejauh ini adalah lima kemenangan dan lima kekalahan. Tiga diantara lima kekalahan itu terjadi di Badminton Asia Team Championship 2020.

Mungkin akan lebih jelas dengan melihat gambar dibawah ini. Seperti terlihat di garis merah, peringkat dunia Jojo masih stabil di peringkat 7. Tapi posisi garis putih yang anjlok menunjukkan buruknya performa Jonatan sejak awal tahun 2020 ini.



Ternyata hal ini juga terjadi pada awal tahun 2019 lalu. Seperti terlihat pada gambar berikut, prestasi Jojo sempat terpuruk juga di bulan Januari 2019. Terbukti Jonatan mampu bangkit dan berprestasi.


Mundur lagi setahun ke belakang, kita dapati lagi pola yang sama. Jonatan Chrstie juga tidak memulai tahun 2018 dengan baik. Tiga tahun terakhir ini sepertinya Jonatan selalu kesulitan memulai awal tahun dengan prestasi gemilang.


Sisi positifnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, kita bisa berharap prestasi Jonatan kembali membaik. Bukan hal yang mudah karena ajang yang diikuti Jojo berikutnya adalah All England 2020.


Keywords: 

Jonatan Christie

Jonatan

Jojo 



Saifi Rizka Nurhidayah, Juara Tunggal Putri Dutch Junior International 2020



Tunggal putri junior terbaik kita, Putri Kusuma Wardani, sudah dipromosikan ke level senior . Andalan kita di level junior ini jadi beralih ke rekannya Stephanie Widjaja. Lalu secara mengejutkan, seorang atlet yang belum begitu dikenal bernama Saifa Rizka Nurhidayah berhasil merebut gelar juara tunggal putri di Dutch Junior International 2020.

Saifi masih berusia 17 tahun, mulai akhir tahun lalu ikut pelatnas pratama. Klub yang membinanya adalah Mutiara Cardinal Bandung. Klub yang sama juga membina dua tunggal putri pelatnas senior, yaitu Gregoria Mariska dan Choirunnisa. 

Saat masih berkompetisi di negeri sendiri tahu lalu, Saifi mencatatkan prestasi cukup mengesankan. Dia adalah juara Sirnas NTB Open 2019 untuk kategori tunggal putri - taruna. Sebelumnya Saifi juga menjadi kampiun Sirnas Kalimantan Selatan 2019 untuk kategori yang sama. Artinya, dari segi prestasi, Saifi memang layak dipanggil ke pelatnas pratama. 


Hebatnya, Saifi ternyata belum terkalahkan tahun iniuntuk tunggal putri. Di Italian Junior 2020, dia meraih empat kemenangan beruntun untuk menantang Stephanie Widjaja di semifinal. Partai ini tidak berlangsung karena kejuaraan Italian Junior 2020 keburu dihentikan karena wabah Covid-19 mulai menghantam Italia.


Saifi tak terbendung di di Dutch Junior International 2020. Tujuh kemenangan beruntun membawanya meraih gelar pertama tahun ini. Di final Saifi  menundukkan atlet Korea Selatan So Yul Lee dengan skor 21-18 17-21 26-24.

Indonesia Borong Empat Gelar Di Dutch Junior International 2020



Ditengah kekhawatiran penyebaran wabah Covid-19 di Eropa, turnamen Dutch Junior Internasional tetap berlangsung. Turnamen U-19 ini berlangsung di Belanda 26 Februari sampai dengan 1 Maret 2020. Tidak ada atlet China yang ikut serta, sepertinya terkait dengan kewaspaaan Covid-19.

Dalam kondisi kekhawatiran wabah Corona, turnamen ini tidak kekurangan peminat. Kurang lebih 128 tunggal putra, 128 tunggal putri, 64 ganda putra, 64 ganda putri dan 128 ganda campuran. Dengan banyaknya peserta dan waktu penyelenggaraan yang hanya empat hari serta adanya peserta yang tampil rangkap di tunggal dan ganda, tak heran jika ada peserta yang harus bertanding lebih dari sekali dalam satu hari.

Hasil menggembirakan diraih para atlet muda Indonesia di Dutch Junior International ini. Empat gelar sekaligus diboyong oleh atlet-atlet Indonesia. Satu-satunya gelar yang lepas dari atlet-atlet kita adalah tunggal putra, yang dimenangkan atlet Perancis, Christov Popov.


Tunggal putri Saifi Rizka Nurhidayah vs So Yul Lee (Korea Selatan) 21-18 17-21 26-24
Ganda putra Muhammad Rayhan Nur Fadillah/
Rahmat Hidayat
vs Junaidi Arif/
Haikal Muhammad (Malaysia)
25-23 24-22
Ganda putri Lanny Tria Mayasari/
Jesita Putri Miantoro
vs Min Sol Kim/
A Yeon Yoo (Korea Selatan)
21-10 21-10
Ganda campuran Teges Satriaji Cahyo Hutomo/
Indah Cahya Sari Jamil
vs Haikal Muhammad/
Low Yeen Yuan (Malaysia)
21-17 21-10


Hal yang menggembirakan bahwa nama-nama para juara diatas kebanyakan adalah muka baru. Mungkin hanya Indra Cahya Sari Kamil yang merupakan "alumni" skuad yang menjuarai Suhandinata Cup tahun lalu. Artinya, kita punya generasi U19 baru yang cukup berpotensi.

Catatan khusus, prestasi menjadi juara di tunggal putri dan ganda putri adalah hal yang menggembirakan. Saat ini di level senior Indonesia relatif kurang berprestasi di dua sektor ini.

Keywords: 

Saifi Rizka Nurhidayah

Saifi 

Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat

Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro

Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil

Teges/Indah

Teges Indah





Gelar All England Kedua Bagi Praveen Jordan

Akhirnya Praveen/Melati kembali menjadi juara. Dua gelar di Denmark Open dan French Open 2019 sudah menunjukkan kalau mereka punya ku...